Ekbis

Banyuwangi Buka Sekolah Jurusan Kopi dan Cokelat

Banyuwangi (beritajatim.com) – Indonesia adalah negara penghasil coklat nomor 3 di dunia, dan salah satu daerah penghasil coklat terbaik dari Indonesia adalah di Perkebunan PTPN XII di Kecamatan Glenmore.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, tengah mempersiapkan sekolah kejuruan yang membuka jurusan kopi dan coklat. Ini bagian dari untuk mempersiapkan SDM dan memanfaatkan kekayaan alam itu.

“Kami telah berkolaborasi dengan BUMN untuk menyiapkan SMK ini, harapannya di Banyuwangi lahir SDM yang bisa menggarap dengan optimal potensi kopi dan coklat Banyuwangi ini. Program ini sudah dua bulan berjalan. Sehingga anak lulusan SMK yang berbasis pesantren, pulangnya langsung bisa menjadi barista dan mereka bisa mengolah cokelat secara kreatif,” ungkap Anas, Minggu (17/2/2019).

Untuk mendukung itu, kata Anas, infrastruktur bangunan sekolah sudah ada. “Gedungnya bagus, dan satu baru selesai di desain oleh Andra Matin. Kedua alat-alatnya itu sedang kordinasi dengan Kementrian BUMN, dan sudah menunjuk dua BUMN yaitu Bank Mandiri dan PTPN,” katanya

Harapannya, kedepan Banyuwangi akan dapat melahirkan barista kopi kelas unggulan bersama pengolah cokelat kelas unggulan. “Jadi tidak hanya wisata kopi dan cokelat saja. Kedepan, untuk memberikan pelajaran bagi para siswa, Bank mandiri akan mendatangkan barista tingkat dunia dan alatnya untuk para siswa,” terangnya.

Sebagai langkah awal, Banyuwangi menggelar workshop pengelolaan cokelat di Doesoen Kakao, Glenmore. Dalam Chocolate Food Festival tersebut disuguhkan berbagai makanan berbahan coklat. Mulai dari brownies alpukat, dadar coklat gulung, pisang fla coklat, coklat shake aloevera, gumbili coklat dan salad coklat.

Juga ada nasi coklat teriyaki, pizza coklat milenial, sandwich tuna coklat, chocolate cream cheese, brownies kukus motif batik parang, beraneka minuman coklat dan beragam hidangan dari coklat lainnya. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar