Ekbis

Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Ini Langkah Dinas Perdagangan Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, salah satu yang menjadi antisipasi adalah ketersediaan gas elpiji tiga kilogram. Sebab, kebutuhan memasak meningkat.

Selain itu, saat Hari Raya Idul Fitri biasanya banyak pangkalan maupun penjual eceran yang tutup. Sehingga, banyak masyarakat kesulitan mendapat gas untuk kebutuhan memasak. “Jika sudah seperti itu, biasanya, penjual eceran akan memberlakukan penjualan dengan nilai melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Agus Haryana, Sabtu (11/5/2019).

Agus mengatakan, hasil evaluasi pada tahun 2018 terkait harga elpiji 3 kilogram, HET yang seharusnya senilai Rp 16.500 namun banyak dijual Rp 30.000. “Makanya itu jangan sampai terjadi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi ketersediaan elpiji tetap dijual saat lebaran, pihak Dinas Perdagangan akan membuka pangkalan elpiji siaga. Selain itu, Agus juga mengimbau, agar pangkalan dan penjual eceran tetap buka. “Imbauan akan dilakukan dengan berkirim surat kepada pangkalan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 kg akan ditetapkan lebih lanjut,” jelasnya.

Sekadar diketahui, kebutuhan per bulan elpiji 3 Kg di Bojonegoro sebesar 3.000 tabung. Sedangkan pada Bulan Ramadan dan lebaran biasanya ada tambahan sekitar tiga persen. “Kebutuhan setiap Ramadan sudah ditambah stoknya,” pungkasnya.

Salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, Sukirno mengatakan, memasuki minggu pertama bulan puasa belum terlihat adanya kenaikan permintaan jumlah elpiji. Sehingga, ketersediaan dan harga masih sesuai dengan HET. “Belum ada perubahan permintaan. Harga juga masih sesuai dengan HET tahun lalu,” jelasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar