Ekbis

Alim Markus : Lombok Masih Butuh Bantuan Tangan Pengusaha

Surabaya (beritajatim.com) – Fuqing Internasional sebuah perkumpulan keturunan Etnis Tionghoa asal Fujian adalah salah satu lembaga yang tetap kontiniu menyalurkan bantuan untuk pembangunan Lombok pasca gempa terjadi tahun lalu. Upaya dukungan Fuqing Internasional pun sampai sekarang terus berlanjut salah satunya dengan didirikannya kembali Gedung Madrasah Yurong (persatuan) di Pondok Pesantren Hikmatusysyarief NW Salut Desa Selat, Lombok Barat, NTB.

 

Gedung madrasah ini dulunya luluh lantak karena gempa yang melanda pulau Lombok. Namun Fuqing Internasional berkomitmen akan membangun kembali gedung yang rata dengan tanah itu. Dan kini DR Alim Markus, Ketua Perkumpulan Fuqing Internasional beserta jajarannya berhasil menuntaskan janji mereka dan bersama Gubernur NTB , Zulkifliemansyah, M.Sc. Turut meresmikan gedung 3 lantai tersebut, DR Alim Markus, Ketua Perkumpulan Fuqing Internasional beserta jajarannya.

 

“Kedatangan Pak Alim Markus selaku Ketua Perkumpulan Fuqing internasional telah memberikan berkah kepada lingkungan pondok ini. Akibat gempa Agustus 2018 lalu, lingkungan pondok ini rata dengan tanah, termasuk gedung madrasah. Alhamdulillah dengan kedatangan Bapak Alim Markus ini, kini kita mempunyai gedung lagi. Jauh lebih baik dibandingkan gedung madrasah yang lama. Cukup banyak pengusaha yang terus membangun Lombok pasca gempa,” kata Zulkifliemansyah, Gubenur NTB saat sambutan.

 

Dikatakan ,Malah ditengah bencana alam yang menimpa NTB, warga NTB pun banyak mendapatkan saudara seperti  konglomerat dari Korea Selatan yang siap membangun kembali Lombok Utara.

 

“Saya kaget, malam-malam sang konglomerat itu mengutarakan kecintaannya kepada Lombok. Sampai-sampai dia mengatakan kalau dirinya ingin menghembuskan nafas terakhir (meninggal) di Lombok. Mengapa? Dia mengatakan, karena warga Lombok yang ramah dan mementingkan rasa persaudaraan. Sama juga dengan Pak Alim Markus yang datang tidak hanya membawa atau membangun gedung pendidikan, tetapi juga mencarikan jalan keluar para lulusannya dengan mendidiknya sebagai entrepreneur muda,” katanya.

 

Sang konglomerat senang berada di Lombok. Ada sisi kemanusian di Lombok, sehingga menghadirkan ketenangan dan kedamaian dalam dirinya.

“Saya senang kalau Pak Alim Markus nantinya menghembuskan nafas terakhir di Lombok, seperti keinginan konglomerat Korea. Ini bentuk kecintaan warga Lombok kepada Bapak Alim Markus,” tandasnya.

 

Alim Markus dalam sambutannya mengatakan bahwa warga Fuqing dimana saja menganggap semua manusia dimananpun berada adalah saudara. Jadi kalau ada umat manusia mendapat musibah, maka yang lainnya harus membantu.

 

“Disinilah Perkumpulan Fuqing datang untuk membantu. Juga demikian dengan datangnya musibah gempa Agustus 2018 yang meluluhlantakan Lombok. Bangunan hancur. Gedung pendidikan banyak yang hancur, termasuk madrasah yang ada di lingkungan pondok ini rata dengan tanah. Karena itulah warga Fuqing di seluruh dunia peduli dengan sesama dengan membangun kembali gedung madrasah yang lebih baik lagi. Dengan harapan anak-anak didik bisa menuntut ilmu dengan baik,” beber Alim Markus.

Tema peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 yakni meningkatkan SDM untuk Indonesia menuju kemakmuran. Bertolak pada kenyataan ini, warga Fuqing dunia membantu yang berkaitan dengan pendidikan, yakni pembangunan gedung.

“Saya minta kalangan pengusaha dimanapun berada untuk memberikan bantuan untuk membangun Lombok kembali.Mengapa Fuqing membantu di sektor pendidikan? Karena pendidikan mempunyai korelasi dengan kecerdasan bangsa. Kalau bangsanya cerdas, ekonominya juga akan bagus,” kata Alim Markus.

Sekjen PBNW, TGH. Hasnain Djuiaini mengucapkan terima kasih atas uluran tangan Alim Markus, sehingga pondok ini kembali memiliki gedung sekolah yang representatif. Pasca gempa, positifnya banyak pondok menjadi lebih baik. Hingga saat ini, di bawah PBNW berjumlah 1.500 pondok dan dewan pendidikan yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia.

 

“Kami menyambut positif rencana Alim Markus untuk mencetak 1 juta entrepreneur UMKM. Kami berharap dari jumlah tersebut berasal dari pondok ini,” tandasnya.[rea/ted]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar