Ekbis

Airlangga Hartarto: Kementerian Dorong Industri Ramah Disabilitas

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Perindustrian akan mengupayakan agar industri seperti industri tekstil, garmen hingga industri elektronika lebih banyak memberikan kesempatan untuk para penyandang disabilitas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menyatakan para penyandang disabilitas harus memiliki peluang mendapatkan pekerjaan yang sama dengan warga negara lainnya. Hal ini juga yang membuat Kementrian Perindustrian bersama Kementerian Sosial  sejak 31 Januari lalu, membuka diklat sistem 3 in 1 bagi 268 penyandang disabilitas di bidang industri garmen dan alas kaki yang seluruhnya akan ditempatkan bekerja di 11 perusahaan.

“Kami menyambut baik dalam peluncuran program vokasi ini, pembukaan diklat sistem 3 in 1 kali ini juga diikuti oleh 50 orang penyandang disabilitas yang akan ditempatkan bekerja di PT. Pradipta Perkasa Makmur, ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kinerja penyandang disabilitas di industri tidak kalah dibanding masyarakat umum, sehingga semakin banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kerja.

Untuk itu, Kemenperin mendorong perusahaan industri lainnya dapat membuka peluang kerja bagi para penyandang disabilitas sesuai dengan bidang pekerjaan yang bisa dilakukan. Kemenperin akan memfasilitasi pelatihan untuk pembekalan kompetensinya.

Tak hanya para penyandang disabilitas saja Kemenperin juga sudah menggelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menjalani 8 tahap untuk program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Sejak digulirkan pada tahun 2017, program ini telah mampu menggandeng sebanyak 2.074 SMK dan 745 perusahaan dari wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pada tahap kedelapan ini, yang meliputi wilayah Jawa Timur, kami melibatkan 295 SMK dan 97 perusahaan. Sampai saat ini, ada 3.708 perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani, karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan, tutur Airlangga usai peluncuran program Vokasi didi Kawasan Industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kamis (7/2/2019).

Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menyebutkan, pembukaan diklat sistem 3 in 1 kali ini diikuti sebanyak 280 orang. Mereka terdiri dari diklat alas kaki oleh BPIPI Sidoarjo sebanyak 100 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT. PEI HAI Jombang dan PT. SCP Jombang, masing-masing sebanyak 50 orang.

Diklat operator mesin industri garmen oleh BDI Surabaya sebanyak 80 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) Sukoharjo, serta Diklat elektronika oleh BDI Surabaya sebanyak 50 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT. YEMI Pasuruan.[rea/ted]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar