Ekbis

Telur Busuk dan Berbelatung, PT Pertani Rugi Rp 600 juta

Mojokerto (beritajatim.com) – PT Pertani, perusahaan pemasok telur untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Jombang mengaku rugi hampir Rp600 juta. Ini lantaran telur dari PT Pertani yang disalurkan ditemukan busuk dan berbelatung karena lamanya pendistribusian telur dari agen ke masyarakat.

Pimpinan Cabang PT Pertani, Saipul Bakri mengatakan, komitmen dari PT Pertani ketika ada konfirmasi adanya masalah di lapangan maka akan diganti. \”Zona tiga sudah kita tarik, tidak ada barang di Jombang. Kami sudah memberikan statment mengundurkan diri dari suplayer Jombang,\” ungkapnya, Selasa (27/11/2018).

Masih kata Saiful, sehingga pihak PT Pertani tidak ada tanggungjawab penyaluran untuk program selanjutnya. Menurutnya, tidak ada unsur politik, kepentingan, kesengajaan dan lainnya karena hal tersebut merupakan bisnis. Jika ada kerusakan di lapangan, maka PT Pertani siap mengganti kerusakan.

\”Kita tidak ada kontrak, hanya membantu Dinsos Jombang untuk melayani BNPT Jombang. Kita tidak sama sekali ada perjanjian apapun di atas kertas dengan Dinsos, hanya membantu pelayanan ke agen. Namun memang ada keterlambatan pelayanan, hambatan pengiriman. Telur sudah sampai, beras belum, telur rentan terhadap apapun,\” ujarnya.

Saipul menambahkan, zona dua dan tiga saat pendistribusian cuaca panas sehingga mengganggu kwalitas telur. Jika ada kerusakan seharusnya disampaikan ke PT Pertani maka akan diganti. PT Pertani tidak menimbun namun peternak mengirim dan di sortir untuk mencari telur yang baik kemudian disalurkan ke masyarakat. Saat pengiriman, barang dibawah resiko rusak ada karena ketimbun.

\”Seharusnya diganti bukan dikasihkan ke KPM, ini kerjasama yang enak. Tapi ada juga agen yang kooperatif, sehingga tidak ada hal yang dirugikan. Kerugian kita hampir Rp 600 juta karena masalah ini, rugi operasional. Ini hikmah bagi kami untuk kerjasama selanjutnya,\” tegasnya.

PT Pertani merupakan rekanan penyuplai telur kepada 412 agen penyalur BPNT di Jombang. Beberapa hari terakhir, kualitas telur dikeluhkan warga dan sejumlah agen BPNT. PT Pertani sebagai pihak penyuplai telur pada program BPNT di Kabupaten Jombang mulai menarik telur yang didistribusikan kepada agen penyalur BNPT dan memutus kontrak.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar