Ekbis

Pelindo 3 Gelontorkan Rp 1,1 Miliar untuk UKM di Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) kembali menyalurkan dana kemitraan tahap III/2018 untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Jawa Timur (18/12).

Program penyaluran dana kemitraan tersebut merupakan komitmen nyata untuk turut aktif  mengembangkan kemampuan usaha kecil agar lebih mandiri, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerahnya sehingga tercipta nuansa pemerataan pembangunan dan peningkatan lapangan pekerjaan.

CEO Pelindo III Regional Jawa Timur, Onny Djayus dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan terselenggaranya program ini para mitra binaan usaha mikro dan kecil mendapatkan perhatian dalam akses permodalan, akses informasi dan teknologi, maupun akses pasar untuk mengembangkan usahanya.

“Total dana yang yang dikucurkan pada tahap III / 2018 sejumlah Rp1,190 miliar disalurkan kepada 25 mitra binaan baru dari berbagai kota diwilayah Jawa Timur.”ujar Onny.

Adapun ke-25 mitra binaan di tahap ke-3  terdiri dari beberapa bidang usaha meliputi perdagangan, perindustrian, peternakan, hingga jasa. Semua mitra binaan tersebut tersebar di kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Nganjuk, Malang, Blitar, Bangkalan, Sumenep, Jombang, dan Gresik.

“Semoga tahun 2019 Kami dapat meningkatkan nilai dana program kemitraan bagi UKM dan harapan kami dari program kemitraan ini dapat membantu para pengusaha kecil dan menengah untuk mampu lebih mandiri secala finansial dan membantu peningkatan ekonomi daerah masing-masing,” tambahnya.

Selama tahun 2018 ini Pelindo III telah menggelontorkan dana kemitraan total Rp3,7 miliar dalam 3 tahap untuk 87 mitra baru di wilayah Jawa Timur, yang terdiri dari : tahap ke-1 sebanyak 42 mitra binaan dengan nilai Rp 1,7 Miliar, dan tahap ke-2 sebanyak 20 mitra binaan dengan nilai Rp 877 Juta. Hingga kini, tercatat sebanyak 540 mitra binaan yang aktif tersebar diseluruh Jawa Timur.

Acara yang dihadiri oleh beberapa pejabat dinas UKM Provinsi Jatim dan Koperasi Pemkot Surabaya dilanjutkan dengan sesi diklat untuk para mitra baru.

“Sudah menjadi program rutin di Pelindo III saat menyalurkan dana program kemitraan tidak hanya memberikan dananya, namun Pelindo III juga terus memantau, mengawasi dan memberikan bekal melalui pelatihan untuk para UKM.”ujar Wilis Aji, Humas Pelindo III Regional Jawa timur disela-sela acara.

Seorang pengusaha UKM Bengkel bernama Ibu Masita menyatakan bahwa ini merupakan tahun ketiga dirinya menjadi mitra usaha dari Pelindo III.

“Program ini sangat membantu dan meringankan beban saya dalam mengembangkan usaha bengkel ini, awalnya saya hanya memiliki bengkel di Sidoarjo tetapi sekarang saya sudah membuka 1 (satu) cabang lagi di daerah Gresik.” Ia bahkan mengingatkan kepada rekan – rekan mitra binaan agar melakukan pembayaran sesuai jadwal yang telah disepakati agar tetap mendapatkan kepercayaan dari Pelindo III,” ungkapnya.

Ditemui pada waktu yang sama, Imron Rosidi UKM Home Furniture asal jombang mengatakan bahwa bunga yang ringan dan fleksibel menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha Home Furniture.

“Harapan saya kedepannya agar Pelindo III bisa lebih fokus dalam pengembangan usaha dan sinergi antar UKM sehingga terjalin komunikasi yang lebih intens untuk mencari peluang pasar yang lebih besar”. ujarnya

 Beberapa materi pelatihan yang diberikan hari ini diantaranya bagaimana mengelola laporan keuangan sederhana, ringkas, rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu para mitra juga dibekali pengetahunan mengenai pemasaran online / online Marketing, cara membuat website dan  pengetahuan mengenai dunia entrepreneur.

Diharapkan setelah menjadi mitra binaan Pelindo III, para mitra menjadi lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha dan dapat berinovasi terhadap produknya. Bagi para mitra binaan yang memiliki produk unik dan memiliki potensi, Pelindo III akan memfasilitasi para mitra dengan turut berpartisipasi dan berkontribusi nyata dalam ragam ajang pameran UKM baik di taraf lokal maupun nasional.

“UKM yang menerima dana kemitraan semua sudah terseleksi. Persyaratannya mencakup banyak aspek, utamanya usaha telah berjalan minimal enam bulan dan memiliki laporan keuangan walaupun sederhana. Sedangkan jasa administrasi hanya tiga persen per tahun dengan jangka waktu pinjaman minimal 24 bulan dan maksimal  60 bulan.” tandas Wilis.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar