Ekbis

Hujan Abnormal, Petani Jangan Gegabah Bercocok Tanam

Sampang (beritajatim.com) – Meski beberapa luas lahan telah diguyur hujan, petani di wilayah Kabupaten Sampang diimbau untuk tidak gegabah melakukan aktivitas bercocok tanam.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) setempat Suyono mengatakan, imbauan untuk tidak langsung bercocok tanam padi saat memasuki musim hujan di wilayahnya karena dikhawatirkan terjadi petatan. Maksud petatan sendiri yakni intensitas hujan terjadi secara abnormal.

\”Meskipun sebagian daerah terjadi hujan, petani jangan serta merta bercocok tanam karena kami khawatir terjadi petatan, yakni waktu dimana hujan tidak turun dalam beberapa saat,\” jelasnya, Jumat (16/11/2018).

lanjut Suyono, kekhawatiran tersebut dikala para petani padi melakukan cocok tanam disaat hujan pertama ataupun kedua kalinya, sehingga lambat laun akan terjadi kekeringan karena kebutuhan air kurang memadai.

\”Nanti ketika padi sudah mulai tumbuh, kemudian satu atau dua minggu setelahnya tidak ada air maupun hujan, maka tanaman akan mati. Nah kami khawatir dengan kondisi hujan yang belum normal itu nantinya akan terjadi kegagalan dan merugi,\” imbuhnya.

Suyono menyarankan kepada para petani padi di wilayahnya untuk menunggu intensitas hujan dalam kondisi normal yakni dalam seminggunya intensitas hujan turun dalam kisaran 2-3 kali.

\”Untuk wilayah sentral yang menanam padi itu hampir semua lahan tapi yang paling banyak itu di daerah Kedungdung, Jrengik, Torjun, Ketapang, Sampang, Tambelangan,\” pungkasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar