Ekbis

7.093 Rumah Tangga Di Sidoarjo Resmi Dinikmati Warga

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sedikitnya 7.093 rumah tangga di Sidoarjo telah teraliri oleh jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Tak hanya itu saja Kementerian ESDM juga memberikan 196 paket konversi BBM ke LPG untuk nelayan kecil di Sidoarjo.

Jargas Sidoarjo dibangun dengan menggunakan dana APBN tahun 2018, pasokan gas berasal dari Lapindo Brantas Ltd sebesar 0,4 mmscfd. Jargas dibangun di  7 desa yaitu Desa Banjar Panji, Banjar Asri, Penatarsewu, Sentul, Kalisampurno, Kedensari dan Boro.

Kesuksesan pembangunan Jargas ini diapresiasi oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, yang sengaja datang langsung melihat realisasinya di Masjid Al Hikmah Perum Tas 2, Desa Kalisampurno, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Peresmian yang dihadiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Mas’ud Khamid, dan jajaran Kementerian ESDM.

Peresmian infrastruktur energi ini menunjukkan komitmen Pemerintah agar masyarakat dapat merasakan manfaat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung yang dalam jangka panjang dapat memperkuat ekonomi rakyat.

“Pemerintah memanfaatkan dana APBN untuk pembangunan jargas bagi rumah sederhana, rusun sederhana dan
daerah-daerah yang telah tersedia pasokan gasnya,” ungkap Ignasius Jonan.

Ini merupakan kali kelima jargas dibangun di Kabupaten Sidoarjo. Jargas pertama kali dibangun tahun 2010 sebanyak 4.061 SR. Selanjutnya 2.457 tahun 2011, tahun 2012 sebanyak 2.230 SR, tahun 2014 sebanyak 1.702 dan terakhir 2018 mencapai 7.093 SR. Total jargas yang dibangun di Kabupaten Sidoarjo sebesar 17.543 SR.

Selain Sidoarjo, untuk Provinsi Jawa Timur, jargas secara bertahap dibangun di Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Hingga saat ini, total jargas yang terbangun di Jawa Timur sebanyak 65.961 SR.

Jargas untuk rumah tangga memiliki banyak keunggulan yaitu aman, bersih, hemat serta praktis karena tersedia 24 jam. Penggunaan jaringan gas ini juga akan menekan pengeluaran karena lebih hemat. Ke depan ini pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Untuk pembangunan jargas Sidoarjo ini, Kementerian ESDM menugaskan kepada PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan pembangunan, pengoperasian serta pengembangan jargas Kabupaten Sidoarjo melalu afiliasinya PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR  SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Untuk tahun 2019,  direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216  SR jargas di 18 lokasi.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar