Ekbis

47 Siswa Mengenal Nusantara Lewat BUMN

Surabaya (beritajatim.com) – Sedikitnya 47 siswa SMK dan SMA serta SLB di Jatim akan diberangkatkan ke Gorontalo untuk program Siswa Mengenal Nusantara 2019 (SMN) yang merupakan bagian dari kegiatan “BUMN Hadir Untuk Negeri” ini bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada para siswa.

Menurut Vice President CSR and SMEPP PT Pertamina (Persero), Agus Mashud, ini adalah program BUMN yang ke 5 dan Pertamina sebagai koordinatornya terus berupaya memberikan yang terbaik untuk para siswa. Dan tahun ini, siswa dari Jatim yang terpilih untuk mendapatkan kesempatan dalam program SMN 2019 ini.

“Program ini adalah rangkaian dari beberapa program CSR utama kami seperti perayaan HUT BUMN, Mudik Gratis saat lebaran, SMN hingga upacara bendera di Tuban dan pesta rakyat serta program perayaan Natal dan perayaan haru besar umat Hindu. Kami ingin hadir dalam setiap sendi kehidupan di negeri ini,” bebernya

Dikatakan, program ini juga diberikan untuk siswa disabilitas sehingga semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama. Dalam kegiatannya yang akan digelar di camp Rindam Gorontalo para siswa disabilitas tidak dibedakan. Mereka akan berbaur dengan siswa setempat dan akan diajarkan tentang wawasan kebangsaan dan disiplin serta motivasi diri.

“Dengan begitu para siswa akan mengenal berbagai latar belakang budaya dan saling menghormati teman mereka baik yang berbeda suku dan agama mauapun yang memiliki keterbatasan,” ujar Mashud, usai melakukan pembukaan SMN 2019 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin (12/8/2019).

Sementara Hudiono, PLT Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, yang juga hadir mengaku berterimakasih atas dipilihnya siswa dari Jatim untuk mewakili pertukaran pelajar ini. sebab tak hanya akan digembleng tentang wawasan kebangsaan dan disiplin, para siswa juga akan mengerti dan memahami secara till bahwa perbedaan suku, ras dan agamanya itu tak membuat mereka saling membenci tetapi justru bersahabat dan mau menerima perbedaan diantara mereka.

“Inilah pembelajaran karakter bangsa yang sesungguhnya. Para siswa dari Jatim yang selama ini menganggap mereka yang diluar pulau itu berbicara dengan intonasi yang lebih keras ternyata memiliki rasa persaudaraan yang tinggi. Ini memang harus diajarkan sejak dini, sehingga saat mereka nanti bertemu di negara maka tak ada lagi sekat perbedaaan suku maupun agama, tetapi mereka bisa menjadi penerus bangsa yang lebih baik,” tandas Hudiono.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar