Ekbis

40 Persen Wilayah di Jatim adalah Hutan

Mojokerto (beritajatim.com) – Secara keseluruhan total tutupan lahan di Jawa Timur sebesar 40 persen. Jumlah tersebut dinilai cukup baik karena sesuai UU Kehutanan Nomor 41/1999 Pasal 18, luas kawasan hutan minimal 30 persen dari luas DAS atau pulau dengan sebaran secara proporsional.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dewi Juniar Putriatni mengatakan, tema peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 yakni Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Hidup yang Baik. “Provinsi Jatim memiliki bumi perkemahan di Pacet, maka kita kenalkan ke masyarakat,” ungkapnya, Selasa (26/3/2019).

Luas Tahura Raden Soerjo 27 ribu hektare yang berada di lima kabupaten yakni Mojokerto, Malang, Batu, Pasuruan dan Jombang. Tahura adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan asli.

“Bumi perkemahannya berada di Kabupaten Mojokerto. Dalam kegiatan kali ini, kita manfaatkan peresmian penangkaran rusa yang diberi nama Surya Raharja yang dilindungi, penanaman pohon kesemek, pelepasan burung Jalak Putih dan Berang-berang,” katanya.

Dalam hal tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Koperasi Wana Raharja dan izin sudah dikeluarkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Menurutnya, tutupan lahan di Jawa Timur sudah 40 persen.

“Di UU minimal 30 persen terdiri dari hutan produksi, hutan konservasi dan hutan lindung. Jatim, 27 persen hutan produksi, konservasi dan lindung ditambah hutan rakyat jadi 40 persen. Hutan rakyat dipanen setiap saat dan bisa ditanam lagi, tutupan lahan di Jatim bagus. 13 persen dari luas Jatim,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi¬†mengatakan, jika hutan mempunyai dua peran penting, menjaga lingkungan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. “Menghasilkan produk makanan, hasil kayu dan obat. Semua dihasilkan dari lingkungan hutan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Wahid, kipra rimbawan sangat luar biasa didalam menjaga lingkungan yang sehat. Hutan di Jawa Timur memiliki luas cukup besar yakni 2.247.027 hektare, 41 persen daratan Jawa Timur berupa hutan dan secara nasional mencapai 125 juta hektar hutan.

“Diakui dunia jika paru-paru dunia ada di Indonesia. Hutan memiliki peran penting sehingga semoga dengan peringatan hari ini punya makna strategis untuk menjaga hutan agar lingkungan terjaga dengan sehat. Rimbawan sendiri adalah semua orang yang terlibat menjaga kelestarian hutan,” lanjutnya.

Sehingga keberadaan rimbawan dinilai sangat penting untuk menjaga hutan. Wakid menambahkan, kawasan hutan tidak hanya dikelola swasta tapi juga masyarakat yakni kehutanan sosial. Perjanjian kerja sama dengan Divre Perhutani Jatim seluas 541 hektar namun sudah ditanam bawang putih seluas 42 hektar.

Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 36, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melakukan penanaman pohon dan pelepasliaran burung Jalak Putih serta berang-berang di bumi perkemahan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Desa Celaket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar