Ekbis

4 Pandangan Ekonomi Versi Standard Chartered Bank

Surabaya (beritajatim.com) – Standard Chartered Bank hari ini menyelenggarakan seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah Priority Banking Standard Chartered Bank.

Dalam kegiatan ini para nasabah mendapatkan wawasan baru tentang berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.

Standard Chartered Bank memilih topik ‚Äúlndonesia 2019: Unlocking Opportunities amid Global Uncertainties‚ÄĚ yang memaparkan optimisme Standard Chartered Bank terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara lain di dunia.

Sesi seminar menghadirkan pembicara papan atas yaitu Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif, Charta Politika Indonesia, Damhuri Nasution, Head of Economic Research, Danareksa Research Institute, dan Budi Hikmat, Investment Strategy Director dan Chief Economist, Bahana TCW Investment Management.

Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, WoW kali ini menandai tahun ke-15 komitmen Standard Chartered Bank yang secara konsisten berbagi pandangan bagi nasabah untuk memandu mereka dalam berinvestasi, seiring dengan dinamika pasar finansial global yang juga membawa pengaruh terhadap situasi ekonomi nasional.

‘Tahun ini merupakan tahun yang menarik, dimana keputusan finansial dan berinvestasi akan dipengaruhi nuansa politik mengingat adanya Pemilu yang segera berlangsung. Namun, sebagai bank tertua yang telah beroperasi lebih dari 155 tahun di Indonesia, kami optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat serta peningkatan daya beli rumah tangga dan pemulihan sektor investasi swasta. Dengan melihat peluang dan Iandasan yang kuat tersebut, kami terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif kami,” jelas Rino.

Berikut sejumlah proyeksi yang dikeluarkan Standard Chartered Bank terkait kondisi ekonomi nasional tahun ini, diantaranya:

1. Ditengah perlambatan ekonomi dunia tahun ini yaitu sebesar 3,6% dibanding tahun lalu sebesar 3.8%. momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil didukung oleh pengeluaran belanja infrastruktur pemerintah, peningkatan daya beli rumah tangga, dan pemulihan sektor investasi swasta yang mampu mengimbangi permintaan eksternal yang moderat.

2. Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat untuk mengantisipasi naiknya suku bunga The Fed Amerika Serikat serta deflsit rekening berjalan yang sedang berlangsung.

‘Kami memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga satu kali di kuartal ketiga tahun ini sebelum Bl menghentikan siklus pengetatannya,” aku Rino.

3. Pemerintah akan melanjutkan pemberian stimulus fiskal jika dilihat pertumbuhan ekonomi belum stabil.

4. Membaiknya sentimen terhadap negara-negara berkembang (Emerging Markets), seperti Indonesia, dan The Fed yang tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga merupakan dua faktor yang diharapkan mampu mendorong stabilitas Rupiah. Kami memproyeksikan Rupiah akan berada di posisi 14.600 di akhir 2019 terhadap Dolar Amerika Serikat.[rea/ted]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar