Ekbis

3 Desa di Pungging Akan Nikmati Jaringan Gas Bumi

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 4.000 jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga bakal dinikmati masyarakat di tiga desa di Kecamatan Pungging tahun 2019 ini. Terdiri dari Desa Tunggal Pager sejumlah 1.555 jaringan, Desa Pungging 1.390 jaringan dan 1.055 jaringan untuk Desa Kembangringgit.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyampaikan ucapan terima kasih pada pemerintah pusat atas bantuan jargas. “Bantuan sudah kami terima sebelumnya untuk wilayah Kecamatan Ngoro tahun 2017, kurang lebih 5.000 Sambungan Rumah (SR),” ungkapnya, Rabu (13/3/2019).

Kini di tahun 2019, Pemkab Mojokerto kembali menerima untuk Kecamatan Pungging sebanyak 4000 jaringan. Wakil Bupati berharap, jargas tersebut dapat meningkatkan perekomomian masyarakat dan dimanfaatkan dengan baik. Pemkab Mojokerto menandatangai MoU bersama dengan 17 daerah lain di Indonesia.

Kegiatan pembangunan jargas merupakan bagian dalam RPJMN Tahun 2015–2019 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungan dan efisien. Pemanfaatan jargas saat ini mendapat perhatian utama dari Presiden, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.

Yakni sebagaimana dimaksud dalam Perpres No. 3 tahun 2016 jo Perpres No. 56 tahun 2018 serta Perpres No. 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Jargas sendiri memang telah diproyeksi akan mengurangi ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebagian masih impor. Penggunaan jargas juga menghemat LPG sebanyak 216 ton per bulan dan mengurangi subsidi Rp 1,5 miliar per bulan.

Tak hanya masyarakat yang diuntungkan dengan adanya jargas, negara juga memperoleh manfaat dari semakin banyaknya sambungan gas ke rumah tangga. Subsidi LPG dapat ditekan, impor LPG juga makin sedikit. Maka uang negara bisa dihemat, devisa semakin kuat.

Dalam jangka panjang, keberadaan jaringan gas dapat menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Jaringan gas juga diklaim lebih menciptakan udara yang bersih. Ketetapan ini disahkan dalam penandatanganan MoU atau nota kesepahaman penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga.

Yakni antara Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dengan Pemkab Mojokerto. Penandatanganan MoU dilakukan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan Dirjen Migas Djoko Siswanto, disaksikan Sekjen Kementrian ESDM Ego Syahrial di Ballroom Candi Singasari Hotel Grand Sahid Jakarta. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar