Jelang Persebaya Vs Sriwijaya FC
Lusa, Tambaksari Harus Steril dari Bonek
Senin, 08 Februari 2010 19:00:57 WIB
Reporter :
M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Panitia Penyelenggara (panpel) Persebaya sepertinya tidak ingin mengambil resiko dengan menggelar layar lebar di depan stadion Gelora 10 Nopember saat Persebaya bertemu Sriwijaya FC, Rabu (10/2/2010) besok lusa. Menurut mereka, hal itu justru mampu menimbulkan resiko.
Sesuai dengan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, pertandingan itu harus digelar tanpa kehadiran pendukung Persebaya, Bonek.
Hal ini menyusul kisruh yang dilakukan oknum Bonek sesaat sebelum pertandingan lawan Arema itu. Kala itu salah satu oknum Bonek melempar bus yang ditumpangi Arema hingga salah satu kacanya pecah.
Meski tanpa penonton, tapi panpel beserta pihak keamanan tidak ingin kecolongan hal sekecil pun. Untuk itu mereka akan memasang 1000 personel keamanan untuk menjaga pertandingan itu. Kerugian yang diderita Persebaya akibat pertandingan tanpa penonton ini pun sekitar Rp 600 juta.
''Kita sudah terkena sanksi cukup banyak, untuk itu besok tidak ada layar. Kami tidak ingin kumpulkan massa karena itu terlalu berresiko,'' kata sekretaris panpel, Syamsudin ketika ditemui di Mess Persebaya.
Kepada beritajatim.com, Senin (8/2/2010), Udin, begitu dia biasa disapa menambahkan, pertandingan besok akan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi di Indonesia. ''Untuk itu saya anjurkan akan mereka menonton di rumah saja. Kalau ada yang mengadakan nonton bersama di sekitar rumahnya, kita juga sediakan kotak amal,'' sambungnya.
Ditemui di tempat yang sama, Kabag Ops AKBP Agar mengatakan, untuk pertandingan besok lusa, stadion Gelora 10 Nopember dan daerah di sekitarnya akan disterilkan dari Bonek. ''Jadi kita akan menutup jalan di sekitar stadion. Besok penonton tidak boleh mendekat ke stadion. Bahkan di dalam stadion anggota kita wajib memakai pakaian dinas. Tidak boleh menggunakan pakaian preman,'' tegasnya.[sya/ted] |