|
Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Pupuk Bersubsidi
Senin, 08 Februari 2010 14:49:36 WIB
Reporter :
M. Ismail
Sidoarjo (beritajatim.com) - Jajaran Satreskrim Polwiltabes Surabaya, Polres Sidoarjo dan Polsek Balongbendo menggerebek tempat penimbunan pupuk di gudang milik Sulton warga RT 1 RW 1 Dusun Besuk Desa Jabaran, Balongbendo.
Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ike Edwin, Kapolres Sidoarjo AKBP M Iqbal dan juga Kapolsek Balongbendo AKP Siswoyo turut dalam penggerebekan itu.
Dalam gudang tersebut ditemukan sebanyak 42 ton pupuk berukuran 50 kg merk Buah Daun produk Pupuk Kaltim bersubsidi pemerintah dan dalam pengawasan. Pupuk itu terlihat akan akan diganti dengan sak Buah Daun yang bertuliskan non subsidi warna kuning.
Selain pupuk Buah Daun, di gudang yang baru disewa tiga hari ini juga ditemukan ratusan pupuk Amonium Sulfat ZA produk Petrokimia Gresik bersubsidi. Namun untuk pupuk Petrokimia belum sampai dilakukan penggantian sak non subsidi.
Di gudang berukuran panjang 38 meter panjang 72 meter itu juga ditemukan tumpukan ratusan sak bekas. Tiga mobil jenis truk no Pol N 9061 UA, yang ada tumpukan pupuk kuning, mobil truk L 8009 MF muatan kosong dan truk N 8324 UT yang berisi separoh bak pupuk warna kuning pula.
Kasatreskrim Polres Sidoarjo, AKP Ernesto Saiser mengatakan, modusnya, mereka mengganti sak bersubsidi diganti dengan sak bertuliskan tidak bersubsidi. Dari penggantian ini, pemilik gudang bisa meraih keuntungan dua kali lipat. Harga pupuk subsidi dibeli seharga kurang lebih senilai Rp 80 ribu dan dijual hingga Rp 200 ribu.
"Tersangka mencari keuntungan dengan mempermainkan harga dari subsidi dijadikan tidak subsidi," ujarnya Senin (8/2/2010).
Yang bersangkutan, lanjutnya, juga menggunakan pengelabuan dengan modus pupuk dikirimkan atau didatangkan alias DO (delivery order) dari luar pulau. Namun sejatinya pupuk itu akan dikirimkan atau didistribusikan ke petani yang ada di luar kota seperti ke perkebunan Jember dan lain sebagainya.
"Pengakuannya pupuk ini didapatkan dari Probolinggo dengan membeli sistem ecer dan dikumpulkan di gudang," terang dia dengan akan lebih giat melakukan pengawasan untuk gudang pupuk di Sidoarjo. (isa/eda)
|