|
Dor! 11 Kali Nyolong Motor, Penjual Bakso Ditembak
Minggu, 07 Februari 2010 20:54:28 WIB
Reporter :
Fakhrurrozi
Surabaya (beritajatim.com) – Komplotan pencuri motor yang beroperasi di wilayah Surabaya Timur berhasil dibekuk anggota unit Resmob Satreskrim Polres Surabaya Timur. Karena keduanya berusaha melarikan diri, petugas terpaksa menembak dua pelaku tersebut.
Kedua pelaku tersebut adalah Anang Iswanto (32) warga Tanah Merah Utara I dan Slamet (24), penjual bakso, warga Wonorejo III, Surabaya. Kini keduanya harus mendekam di tahanan dengan luka tembak di kaki kanan.
Kapolres Surabaya Timur AKP Samudi menuturkan kedua pelaku ini sudah puluhan kali mencuri motor di wilayah Surabaya Timur.
"Saat ini, keduanya baru mengaku telah 11 kali mencuri motor di wilayah Surabaya Timur. 9 diantaranya dilakukan di wilayah Surabaya Timur, sisanya di Wonokromo dan Waru, Sidoarjo," ujar Samudi di Mapolres Surabaya Timur, Jalan Kapasan, Minggu (7/2/2010).
Kedua pelaku ini ditangkap usai mencuri motor Yamaha Mio milik Wira Suma Indrawardaya, warga Desa Simomulyo, Kesambi, Porong, Sidoarjo. Waktu itu korban memarkir motornya di Jalan Ploso, tepatnya di depan POM Bensin.
Korban sendiri sedang berada di toko samping POM bensin. Kesempatan ini dimanfaatkan kedua pelaku untuk mencuri motor korban. Keduanya langsung berbagi tugas.
"Anang bertugas merusak kontak motor korban dengabn kunci T. Sedangkan Slamet mengawasi situasi dengan menunggu di motor," katanya.
Seusai mencuri motor, kedua pelaku ini langsung kabur ke arah Jalan Karang Asem. Sementara korban langsung melapor ke Polres Surabaya Timur. Atas laporan ini, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang cirri-cirinya sudah diketahui.
"Berbekal cirri-ciri tersebut, anggota melakukan lidik. Dan kebetulan melihat kedua pelaku sedang cangkruk di sebuah warung di Jalan Karang Asem. Anggota langsung melakukan penangkapan," ungkap Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur AKP Hartoyo.
Seusai ditangkap, kedua pelaku langsung dikeler untuk menunjukkan komplotannya. “Kedua pelaku ini memiliki komplotan. Salah satunya Dul yang membuat kunci T dan seorang lagi yakni penadah motor hasil curian kedua pelaku ini,” kata mantan Kapolsek Gubeng ini.
Namun saat akan dikeler menunjukkan tempat persembunyian Dul, kedua pelaku ini berusaha melarikan diri. Petugas pun terpaksa melumpuhkan kedua kaki kedua pelaku. Selanjutnya keduanya digiring ke Polres guna dilakukan pemeriksaan.
Kepada penyidik, Slamet mengaku mencuri motor hanya untuk mengikuti ajakan Anang. “Saya hanya diajak saja, Mas. Saya mau karena untungnya besar. Tiap kali jual motor, saya dapat bagian Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu,” ngaku pria yang pernah ditahan di Polwiltabes Surabaya karena kasus pencurian ini.
Sementara Anang mengaku menjual motor hasil curian ke Madura. “Semua motor yang saya curi merek Yamaha. Saya jual ke seseorang di Madura. Harganya berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta,” ngaku bapak 1 anak ini.[roz/ted] |