|
Tak Ada Anggaran, Try Out Diserahkan MKKKS
Selasa, 09 Februari 2010 10:43:00 WIB
Reporter :
Harisandi Savari
Pamekasan (beritajatim.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan akhirnya angkat tangan soal pelaksanaan tes daya serap dan ujian pra-ujian nasional untuk SMP-SMA atau yang biasa disebut try out. Pasalnya, anggaran untuk mengukur kemampuan siswa sebelum terjun pada pelaksanan Ujian Nasional (unas) tersebut tidak ada.
Penanggung Jawab Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Unas, Slamet Guestiantoko mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan langkah proaktif dan terukur untuk mempersiapkan siswa yang akan mengikuti unas. Salah satunya, menyerahkan tes daya serap pada Musyawar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKKS) SMP-SMA.
"Meski bukan kami yang melaksanakan, kami akan tetap turun untuk melakukan pemantauan," katanya, Selasa (9/2/2010).
Dikatakan, pelaksanaan try out untuk SMP-SMA negeri/swasta akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk SMP Swasta digelar 15-16 Februari, SMP Negeri 23-24 Februari dan SMA Negeri/Swasta 1-3 Maret.
"Dalam hal ini, sekolah yang bertanggung jawab. Sebelum try out saja mereka sudah melakukan bimbingan belajar. Setelah itu, baru mereka melaksanakan try out untuk mengukur kemapuan siswa," tandasnya.
Tes daya serap, sambung Slamet, bertujuan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian sesungguhnya. Selain itu, pelaksanaan tes, untuk mengukur capaian daya serap siswa terhadap materi-materi pelajaran dan kompetensi dasar yang selama ini sudah diberikan.
"Nantinya, akan bisa dianalisis pelajaran dan kompetensi dasar mana yang harus diremidi kepada siswa sebagai bahan pertajaman dalam kaitannya dengan unas," ujarnya.
Diakuinya, pihaknya sudah membentuk tim pemantau untuk pelaksanaan try out yang dilakukan masing-masing sekolah. "Pokoknya, kami tetap ikut terlibat, meski bukan kami yang melaksanakan," terangnya.
Ditambahkan, hingga saat ini, pihaknya sudah menyelesaikan data nominasi tetap (DNT) peserta unas. Sekarang, kata Slamet, pihaknya menanti permohonan nomer peserta dari Jawa Timur.
"Untuk pengawas masih dalam proses. Semoga saja minggu depan tuntas, sehingga cepat dilaksanakan penyilangan," pungkasnya.[san/eda]
|