Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Lapindo Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan

Masyarakat Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Kamis, 04 Oktober 2018 23:36:27 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Masyarakat Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Jombang (beritajatim.com) – Untuk mendorong ekonomi kreatif di kalangan kaum perempuan, Lapindo Brantas Inc bersama komunitas UMKM Jombang menggelar pelatihan kewirausahan mengolah keripik tempe di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pelatihan ini diikuti 45 peserta yang rata-rata berkecimpung dalam dunia usaha home industri pengolahan tempe. Pelatihan diisi dengan beberapa materi tentang tata cara pemasaran dari produk yang dihasilkan.

Selain materi, peserta pelatihan juga praktek langsung cara pengolahan kripik tempe menjadi produk siap jual. Peserta diberikan pemahaman soal bagaimana membangun branding sebuah produk, hingga menjalin komunikasi bisnis dalam strategi pengembangan.

"Di sini banyak home industri tempe. Jadi melalui pelatihan membuat kripik tempe, kami harap bisa menyuplai potensi produktivitas ekonomi kreatif desa yang sudah ada. Ini bagian dari komitmen kami, agar ke depan kesejahteraan ekonomi warga bisa berkembang secara berkelanjutan," kata Fifin Fithriani, Humas Lapindo Brantas Inc, saat membuka acara.

Fifin juga menjelaskan bahwa sasaran pelatihan wirausaha ini adalah ibu-ibu hingga remaja khususnya perempuan. Skill dan pengetahuan kewirausahaan diharapkan berdampak secara langsung pada peningkatan produktivitas dan laju pemberdayaan ekonomi.

"Program ini merupakan wujud kepedulian Lapindo pada warga Desa Blimbing, khususnya para perempuan untuk menumbuhkan peluang berwirausaha. Ini bagian dari wahana transformasi pembentukan sumber daya manusia yang ada agar menjadi lebih kreatif, inovatif, kompetitif, serta memiliki visi dan misi," tambah Fifin.

Selain membuka wawasan dan kreativitas para kaum ibu, pelatihan kripik tempe juga digelar untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah yang sudah ada. Tak ayal, para perempuan dari empat dusun yang ikut hadir, sangat antusias karena pengembangan potensi yang sudah ada, dinilai cukup dibutuhkan.

"Wah sangat membantu, jadi kami bisa berkreasi. Kalau dulu jual tempe saja, kini kami bisa jualan model lain, (kripik tempe. Red), kan lumayan bisa menambah penghasilan," cetus Yulik Iswati, salah satu peserta.

Yulik mengatakan, membuat kripik tempe merupakan pengalaman yang baru bagi ibu-ibu Desa Blimbing. Selama puluhan tahun olahan kedelai, biasanya hanya cukup dijadikan tempe tanpa ada varian lain. "Ada juga susu kedelai, tapi kalau kripik ini kan baru. Mana tahu, skill ini bisa dikembangkan menjadi produk khas desa," tambah Yulik.

Sementara, Wakil ketua Association Bussiness Developtment Services Indonesia (ABDSI) Jawa Timur Sucipto, berharap agar ada kelanjutan dari pelatihan tersebut. Skill dari para pelaku usaha yang terlibat bisa mendorong munculnya para pengusaha pemula maupun para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

"Pastinya setelah pelatihan ini, warga bisa langsung tancap gas, memproduksi kripik hasil dari pelatihannya. Toh bahan baku disini banyak," harap Sucipto.

Lebih lanjut Sucipto mengatakan, prinsip dari berwirausaha adalah kreatif dan konsisten. Di era industri digital, ekonomi kreatif sangat berpotensi menjelma jadi tonggak ekonomi masa depan.

"Kalau ini terus dilakukan, bisa jadi Desa Blimbing menjadi ikon dari produk jajanan khas Jombang yang berbahan dasar tempe. Perputaran ekonominya bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas," pungkas Sucipto. [suf]

Tag : lapindo

Komentar

?>