Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Lapindo Brantas Latih Warga Desa Kalidawir dan Kedungbanteng Membuat Kue Kering

Minggu, 30 September 2018 22:06:34 WIB
Reporter : M. Ismail
Lapindo Brantas Latih Warga Desa Kalidawir dan Kedungbanteng Membuat Kue Kering

Sidoarjo (beritajatim.com) - Lapindo Brantas Inc bersama Komunitas Sidoarjo Positif mendatangkan Sucipto dari Association Bussiness Developtment Services Indonesia (ABDSI) untuk melatih puluhan warga dari Desa Kalidawir, Kedungbanteng dan Penatarsewu Kecamatan Tanggulangin wilayah operasi migas, untuk berwirausaha.

Kegiatan motivasi kewirausahaan dengan tema "Kiat Sukses jadi Wirausaha Melalui Bisnis Kue Kering" itu diadakan di tiga balai desa setempat pada 26-29 September 2018. Warga dilatih agar bisa berwirausaha handal.

Pelatihan pembuatan kue kering mendatangkan sejumlah praktisi wirausaha kue kering seperti pemilik Harum Bakery, Tik, Ananta Cake dan Umi Cookies.

Pembuatan kue kering yang diajarkan ke warga diantaranya putri salju dan choco chips. "Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Karena selain menambah wawasan atau ilmu, namun juga bisa memotivasi warga belajar berwirausaha," kata Rina Elyawati (35) warga Desa Penatarsewu, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Rina, kegiatan seperti ini sangat membawa dampak positif terhadap warga terutama ibu-ibu. Sebab mereka tidak sekadar mendapat motivasi untuk menjadi wirausaha, namun juga mendapatkan pelatihan seperti pembuatan kue kering.

Bila ilmu dari pelatihan yang didapatkan ibu-ibu tersebut dipraktikkan, sambung Rina, akan bisa membantu menambah pendapatan keluarga. Di era globalisasi yang serba internet ini, Rina yakin kaum perempuan bisa berperan banyak untuk keluarga.

Sebab ibu-ibu saat ini sebagian besar juga memegang telepon genggam pintar yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan produktif.

"Tentu saja sekaligus bisa mengurangi kegiatan negatif dan tidak perlu yang biasa dilakukan ibu-ibu seperti ngerumpi atau chatting yang tidak jelas," papar Rina.

Senada dengan Rina, Sekretaris Desa Penatarsewu Heri menyambut baik kegiatan yang dikomando anak-anak muda ini. Heri menyatakan waktu luang yang dimiliki ibu-ibu setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, bisa dimanfaatkan untuk belajar berwirausaha.

"Daripada digunakan untuk hal tidak bermanfaat apalagi banyak berita hoax, lebih baik digunakan untuk menawarkan atau memasarkan kue kering," tandas Heri.

Munfadhilah (35), warga Desa Kalidawir juga menyampaikan terima kasihnya kepada Lapindo dan Sidoarjo Positif. Menurutnya, pelatihan seperti ini bisa menginspirasi ibu-ibu untuk berwirausaha di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga.
"Mudah-mudahan perempuan Desa Kalidawir bisa maju dan menghasilkan uang sendiri," harap Munfadhilah.

Seusai memberi pelatihan, Sucipto mengapresiasi inisiatif pembinaan kewirausahaan terhadap ibu-ibu ini. Apalagi ada semangat dan optimisme potensi ibu-ibu desa tersebut. Ia berharap pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. ABDSI juga siap mendampingi ibu-ibu desa tersebut dalam membuka kelompok usaha mandiri.

"Melihat semangat dan optimisme ibu-ibu desa itu, saya kira pelatihan seperti ini harus dilakukan berkelanjutan," imbuh Sucipto.

Pendiri Sidoarjo Positif, Satya Adhi Wicaksana mengatakan, pihaknya bersama Lapindo Brantas Inc sengaja membuat kegiatan ini untuk mendorong warga di sekitar wilayah operasi agar bisa menjadi wirausaha.

"Pelatihan seperti ini, saya rasa lebih bermanfaat dibandingkan bantuan barang apalagi uang. Memberi pelatihan dan memotivasi warga berwirausaha, ibarat kami memberi kail, bukan sekadar ikan," kata Satya. (isa/ted)

Komentar

?>