Selasa, 23 Oktober 2018

Lapindo Berikan Aneka CSR untuk Warga Desa Kedungbanteng

Sabtu, 22 September 2018 13:02:11 WIB
Reporter : M. Ismail
Lapindo Berikan Aneka CSR untuk Warga Desa Kedungbanteng

Sidoarjo (beritajatim.com) - Lapindo Brantas Inc gelontorkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk warga Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin.

Dana CSR 2018 yang diberikan kepada warga Desa Kedungbanteng dalam bentuk program perbaikan infrastruktur desa, perbaikan saluran air pertanian, pembuatan pondasi penahan jalan, gorong-gorong hingga peninggian dua areal makam Islam.

Lapindo juga memberikan pelatihan pemberdayaan masyarakat desa setempat mulai pelatihan pembuatan kue, konsep pembuatan tempat pelatihan perikanan darat hingga upaya perbaikan lingkungan dan penyuluhan kesehatan.

Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungbanteng Istafuddin (47) mengatakan, bantuan CSR Lapindo ini diberikan setiap tahun sesuai dengan usulan dan harapan masyarakat Desa Kedungbanteng.

“Saya tidak tahu pasti berapa nilainya, tapi di tahun 2018 ini saja nilai CSR itu bila diuangkan hampir Rp1 miliar," katanya Sabtu (22/9/2018).

Menurut Istafuddin, masih ada sejumlah warga yang mengira  CSR adalah bantuan dalam bentuk uang tunai yang dibagikan ke setiap warga. Padahal CSR yang diberikan untuk perbaikan fasilitas umum dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bantuan untuk fasum dan pemberdayaan ekonomi akan bisa dinikmati seluruh warga serta bermanfaat dalam jangka panjang. Seperti untuk meninggikan dua makam Islam di Desa Kedungbanteng.

Dua areal makam Islam seluas lebih dari seribu meter persegi itu harus ditinggikan sekitar 30 centimeter karena saat hujan selalu terendam.

"Proyek peninggian makam ini sebenarnya sudah akan dilakukan hari ini, namun karena masih ada kegiatan penggalian saluran oleh Pemkab Sidoarjo, maka harus diundur minggu depan," terang dia.

Kepala Desa Kedungbanteng Tohirin mengapresiasi kegiatan CSR Lapindo diantaranya upaya peninggian makam. Warga sudah lama menginginkan dua makam Islam ini ditinggikan karena selalu terendam air saat musim hujan. "Bahkan makam tidak tampak lagi kalau terendam banjir," tandas Tohirin.

Selain akan dilakukan peninggian dua makam, warga lewat bantuan CSR Lapindo saat ini juga sedang membuat tempat pelatihan perikanan darat. Konsep pembuatan tempat pelatihan perikanan darat ini muncul setelah melihat banjir yang sering menggenangi areal persawahan warga saat musim hujan. Maka sejumlah petani berkeinginan memanfaatkan areal sawahnya untuk dijadikan tambak pada musim hujan.

Salah satu petani yang sudah mengalihfungsikan sawahnya menjadi tambak adalah Nuril Huda (67). Sudah lima tahun terakhir ini Nuril berternak ikan darat, seperti patin, lele, gurame, dan ikan darat lainnya. "Seperti kemarin saya nanam sekitar dua ribu bibit patin, bisa panen hampir 1,5 ton," jelas Nuril. 

Seperti diketahui di Desa Kedungbanteng ini ada tiga sumur gas milik Lapindo yaitu Tanggulangin 1, Tanggulangin 2 dan Tanggulangin 4. Namun hanya dua sumur yang berproduksi, karena sumur Tanggulangin 4 tidak keluar gasnya.

Lapindo mulai beroperasi di desa ini sejak 2001 silam. Selain di Desa Kedungbanteng, Lapindo juga memiliki dua sumur di Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin. Terdiri dari sumur Tanggulangin 3 dan 5. (isa/ted)

Komentar

?>