Senin, 15 Oktober 2018

Suka Duka Bekerja Lapangan Migas Off Shore (4)

Harus Senantiasa Waspadai Serangan Tomcat

Jum'at, 17 Agustus 2018 18:50:57 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Harus Senantiasa Waspadai Serangan Tomcat

Sampang (beritajatim.com) - Keberadaan serangga seringkali sangat menganggu. Bahkan tidak jarang, melalui serangga berbagai jenis penyebaran penyakit juga terjadi. Termasuk di Kapal Karapan Armada Sterling III yang menjadi BD Husky-CNOOC Madura Ltd. (HCML).

Untuk menanggulangi keberadaan serangga itu lah, peran Sogol yang merupakan Crew Pest Control sangat diperlukan. Ia bertugas untuk menjaga agar tidak ada penyebaran berbagai jenis di kapal dengan total personel 73 orang itu.

Menurut Sogol, secara umum tidak terlalu banyak jenis serangga yang perlu Ia awasi di atas kapal. "Karena di tengah laut, relatif mudah. Tikus nggak ada, kecoa juga nggak ada," jelasnya, Jumat (17/8/2018).

Jenis serangga yang seringkali harus dihadapi pria dengan nama pendekar di lakon-lakon ludruk ini adalah tomcat. Sulit dibayangkan memang bagaimana tomcat bisa berada di tengah lautan.

"Di situlah Mas seringnya orang salah, tomcat itu punya sayap. Tapi sayap semu. Mereka bisa terbang dengan mengikuti arah angin. Makanya bisa sampai ke tengah laut sini," kata pria asal Probolinggo itu.

Menurut Sogol, apabila tidak dibasmi, serangan-serangan tomcat dapat sangat berbahaya bagi segenap awak kapal. "Luka yang disebabkan tomcat itu bisa kayak herpes gitu itu. Bahaya sekali," jelasnya.

"Pas musim tomcat beberapa waktu yang lalu, wih ngeri, Mas. Mereka itu nempel-nempel semua di tembok sisi luar kapal. Harus segera dibasmi dan dijaga agar tidak sampai ke dalam kapal," tambah Sogol.

Sebagai pekerja di area lepas pantai, tentu saja Sogol juga jarang pulang. Paling tidak, Ia baru bisa pulang ke Surabaya setelah 28 hari bekerja dengan terombang-ambing di tengah Selat Madura. "Tapi ya namanya bekerja, Mas, mungkin jalannya memang begini," pungkas Sogol.

Sebagai informasi, Lapangan BD Husky-CNOOC Madura Ltd. (HCML) terletak di tengah-tengah selat madura, sekitar 65 km dari Surabaya dan 16 km dari Madura. Fasilitas lapangan BD terdiri dari Anjungan BD (wellhead platform), FPSO (Floating, Production, Storage and Offloading) di mana fasilitas gas processing di pasang dan Gas metering Station (GMS) yang terletak di Desa Semare Pasuruan.

Saat ini rata-rata produksi sales gas yang sudah dilakukan mencapai 100 – 110 MMSCFD. Sedangkan rata-rata produksi kondensat sekitar 7000 - 8000 BCPD melebihi estimasi awal sekitar 6000 BCPD. [ifw/but]

Tag : hcml

Komentar

?>