Sabtu, 23 Juni 2018

Penuhi Target Produksi 2018, Petronas Optimalkan Lapangan Bukit Tua

Jum'at, 25 Mei 2018 00:45:12 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Penuhi Target Produksi 2018, Petronas Optimalkan Lapangan Bukit Tua
Gresik (beritajatim.com)- Petroliam Nasional Berhad (Petronas) berupaya bisa melampui target produksi 15.000 barel per hari (bph) yang ditetapkan pemerintah melalui SKK Migas di Lapangan Bukti Tua Wilayah Kerja (WK) Ketapang pada 2018 ini.

Lewat pengembangan lapangan yang telah mendapat persetujuan SKK Migas, Petronas berharap bisa memelihara tingkat produksi pada kisaran 16.000 bph.

"Untuk pengembangan di Lapangan Bukit Tua, tujuan utamanya adalah menjaga produksi pada kisaran 16.000 bph. Target itu di atas target pemerintah yakni 15.000 bph," ujar Senior Manager Corporate Affairs & Administration PC Muriah, Andiono Setiawan usai acara  buka puasa dengan wartawan Gresik di Surabaya, Kamis (24/5/2018).

Andiono menjelaskan, optimisme Petronas mempertahankan produksi dari lapangan Bukit Tua WK Ketapang didasarkan kinerja sejak Mei 2015 saat pertama kali berhasil mengalirkan minyak bumi sesuai dengan target waktu saat itu.

"Sejak awal 2015, produksi yang dihasilkan terbilang bagus yakni sekitar 18 ribu barel per hari. Di atas target yang ditetapkan pemerintah saat itu, yaitu 16 ribu barel per hari. Karena ada  penurunan alamiah, kini target pemerintah 15.000  bph, Petronas berharap bisa mencapai sekitar 16.000 bph," paparnya.

Andiono membenarkan, pengembangan lapangan untuk mempertahankan produksi minyak yang secara alamiah mengalami penurunan juga  berpeluang  menambah produksi gas dari Lapangan Bukit Tua. Dijelaskan, saat ini produksi gas berkisar 30 mmscfd yang dialirkan ke Pembangkitan Jawa Bali (PJB) melalui Petrogas Jatim Utama (PJU). Dengan pengembangan lapangan tersebut diharapkan ada kenaikan produksi gas sekitar 15 mmscfd.

"Petronas berkomitmen mendukung penyediaan listrik oleh PJB. Keandalan listrik sangat penting agar pertumbuhan ekonomi di Wilayah Jawa Timur bisa dijaga bahkan ditingkatkan," jelasnya.

Semangat Petronas melakukan eksploitasi di lapangan Bukit Tua yang berada di Pantai Utara Pulau Madura, lanjut Andiono, menjadi bukti komitmen Petronas, perusahaan migas asal Malaysia tersebut berinvestasi di sektor hulu migas di Indonesia.

WK Ketapang resmi ditandatangani sebagai kontrak kerjasama/PSC (Production Sharing Contract) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada Juni 1998. Sejak mengerjakan WK Ketapang, setelah mengambilalih saham ConocoPhillips, pada 1 Desember 2000 hingga 25 Juli 2008, kegiatan operasi Petronas menunjukkan kinerja yang sangat positif.

Ada tujuh struktur atau sumur (well) yang telah dibor di WK ini. Untuk mengalirkan produksi gas dari sumur yang ada di lepas pantai Sampang Utara tersebut, Petronas membangun pipa dasar laut sepanjang 110 km dari anjungan lepas pantai (platform) ke fasilitas penerimaan darat atau Onshore Receiving Facilities (ORF), dengan kapasitas 70 million standard cubic feet per day (mmscfd), yang terletak  di  Kawasan Industri Maspion (KIM), Kecamatan Manyar, Gresik.

FPSO (floating production storage and offloading) Ratu Nusantara, yaitu unit (kapal) terapung yang digunakan untuk mengambil minyak di lautan sekaligus memprosesnya menjadi minyak jadi dan langsung dialirkan ke negara melalui Pertamina.

Gandeng Universitas Trunojoyo
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKKS), Petronas tidak hanya berinvestasi di bidang hulu minyak dan gas bumi, tetapi juga melaksanakan kegiatan investasi sosial masyarakat melalui program-program Tanggung Jawab Sosial yang sudah dirintis sejak tahun 2013.

"Petronas menggandeng institusi pendidikan lokal yakni Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam melakukan studi sosial yang menjadi tempat beroperasinya Petronas yakni di Gresik dan Sampang," jelas alumnus ITS Surabaya ini.

Berbekal hasil studi yang di barengi dengan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah terkait, Petronas terus melaksanakan program yang berkelanjutan yang melingkupi 3 bidang yakni bidang pendidikan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Khusus bidang pendidikan programnya, antara lain,  pemberian paket komputer, renovasi ringan sekolah, pelatihan guru serta perpustakaan kecil. Sedangkan bidang pemberdayaan yang meliputi pelatihan fisik maupun soft-skill,perbaikan mesin kapal, motor dan  handphone, pengolahan jambu mete, hidroponik, pengelasan serta pengolahan pakan ternak. Untuk bidang lingkungan dan kehatan seperti pengadaan air bersih dan sanitasi.

Program dan inisiatif tersebut merupakan salah satu bentuk investasi penting perusahaan kepada masyarakat yang merupakan asset yang sangat penting demi tercapainya kelancaran operasi dilapangan serta komitmen kuat dari Petronas kepada Bangsa Indonesia. [dny/suf]
Tag : petronas

Komentar

?>