Kamis, 24 Mei 2018

Dulu Desa Nelayan, Kini Kawasan Wisata Sarat Pengetahuan

Rabu, 09 Mei 2018 22:47:59 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Dulu Desa Nelayan, Kini Kawasan Wisata Sarat Pengetahuan

Gresik (beritajatim.com) - Pangkah Wetan, Kabupaten Gresik adalah salah satu bentuk desa yang mampu membangkitkan ekonomi masyarakatnya melalui sektor lingkungan dan wisata. Warga desa yang dulu lebih banyak mengandalkan hasil laut sebagai mata pencarian dominan, kini menyulap desa mereka menjadi kawasan wisata yang sarat pengetahuan dan padat karya.

Hasil penghijauan magrove yang berada di sepanjang muara Bengawan Solo di Pangkah Wetan yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan selama hampir 6 tahun lebih kini menghasilkan hutan magrove nan rimbun. Rimbunnya hutan magrove tersebut disulap menjadi wisata magrove Muara Bengawan Solo (MBS).

Sejak dibuka Desember tahun lalu hingga kini sudah ada 4.500 wisatawan datang berkunjung. Jogging track yang dibuat berwarna-warni serta beberapa spot swafoto (Selfi) menjadi daya tarik wisatawan milenial.

"Saat ini tiketing yang kami bebankan cukup murah hanya Rp 10.000. Itu sudah include dengan naik perahu dari dermaga ke MBS. Memang tiket segitu murah cuma ganti Bahan bakar kapal saja, tetapi itung-itung promosi," beber Syaifullah Mahdi, Kepala Desa Pangkah Wetan Gresik.

Ke depan melalui dana desa dan bantuan CSR PGN SAKA Indonesia Pangkah Ltd, Syaifullah ingin menambah beberapa spot Selfi serta anjungan lepas pantai. Selain itu juga area flying fox, sehingga wisatawan bisa merasakan sensi yang berbeda.

"Nanti kami akan lengkapi dengan fasilitas fishing khusus. Kami juga akan jadikan magrove ini menjadi suaka burung, sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan burung yang keluar di pagi dan sore hari," ungkapnya.

Pihak desa juga sudah mengembangkan Agrowisata seluas 300 hektar yang merupakan lahan milik warga. Lahan tersebut ditanami lengkeng, nanas dan rambutan.

"Kami ingin petani punya nilai tambah sendiri. Jadi tidak lagi menjual hasil panen ke pasar lewat perantara. Kami juga memberdayakan ibu-ibu di sini membuat camilan dan dijual di MBS," tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Manager external dan CSR SAka Indonesia Pangkah limited, Yayan Mulyana, pihaknya berupaya mendorong masyarakat Pangkah Wetan lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi. Nah, untuk memberdayakan mereka, pihaknya juga menggandeng LSM lingkungan Pupuk.

"Karena kami sadar suatu saat nanti minyak dan gas bisa habis. Jadi saat CSR kami tidak lagi di sini maka mereka sudah berdaya," tandasnya. [rea/suf]

Tag : pgn

Komentar

?>