Minggu, 19 Agustus 2018

Periode April 2018, Harga Minyak Indonesia Naik USD5,56 per Barel

Sabtu, 05 Mei 2018 07:59:51 WIB
Reporter : -
Periode April 2018, Harga Minyak Indonesia Naik USD5,56 per Barel

Jakarta--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan merilis adanya kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per April 2018 ketimbang bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (4/5/2018), menyebutkan, harga ICP Maret 2018 sebesar US$61,87 per barel. Selanjutnya naik pada April menjadi US$67,43 per barel. Atau terjadi kenaikan sebesar US$5,56 per barel.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak nasional Sumatera Light Crude (SLC) menjadi US$68,39 barel. Di mana, SLC naik US$5,54 per barel ketimbang Maret yang mencapai US$62,85 per barel.

Peningkatan harga ICP dan SLC tersebut sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada April 2018. Kenaikannya sebagai berikut:

1. Dated Brent naik sebesar US$5,90 barel dari US$65,90 menjadi US$71,80 per barel.

2. Brent (ICE) naik sebesar US$5,04 per barel dari US$66,72 menjadi US$71,76 per barel.

3. WTI (Nymex) naik sebesar US$3,56 per barel dari US$62,77 menjadi US$66,33 per barel.

4. Basket OPEC (s.d. tanggal 27 April 2018) naik sebesar US$4,54 per barel dari US$63.76 menjadi US$68,30 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah dunia ini dipengaruhi laporan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang mencatat adanya pertumbuhan permintaan minyak disesuaikan menjadi lebih tinggi 30 ribu barel per hari pada April 2018 menjadi 1,63 juta barel per hari pada 2018.

Di mana, OPEC mencatat tren pertumbuhan perekonomian global yang terus meningkat 3,8%. Sementara itu, International Energy Agency (IEA) melaporkan permintaan minyak 2018 tumbuh sebesar 1,5 juta barel per hari. Permintaan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada kuartal 1 2018 juga direvisi naik 315 ribu barel per hari.

Peningkatan harga minyak juga dipengaruhi oleh penurunan stok distillate fuel oil Amerika Serikat pada April 2018, sebesar 6,3 juta barel dibandingkan Maret 2018, menjadi 122,7 juta barel.

Kemudian faktor turunnya stok gasoline Amerika Serikat pada April 2018 sebesar 2,8 juta barel dibandingkan Maret 2018 menjadi 236,8 juta barel dan peningkatan aktivitas kilang pengolahan yang kembali membaik, setelah dua tahun tumbuh relatif rendah.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Wilayah Timur Tengah juga disinyalir menjadi salah satu pendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Untuk kawasan Asia Pasifik.

Kenaikan harga minyak mentah dipengaruhi oleh peningkatan permintaan minyak untuk pembangunan infrastruktur India dan industri petrokimia di Korea Selatan, di samping tingginya pertumbuhan perekonomian di India dan China.[air]

Sumber : Inilah.com
Tag : minyak

Komentar

?>