Jum'at, 21 September 2018

Empat KKKS Jamin Suplai Gas ke Pabrik Amurea II

Senin, 19 Februari 2018 20:05:16 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Empat KKKS Jamin Suplai Gas ke Pabrik Amurea II

Gresik (beritajatim.com) - Empat operator KKKS mulai bulan depan menjamin mensuplai kebutuhan gas untuk pabrik Amoniak-Urea (Amurea II) PT Petrokimia Gresik. Empat KKKS yang bakal mengaliri gas di pabrik itu diantaranya Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), PHE WMO, Kangean Energy (KEI) Ltd, dan Lapindo Brantas Inc. 

"Progres proyek pabrik Amurea II jalan terus, bulan depan gasnya mulai masuk yang disuplai dari empat KKKS sambil menunggu pabrik beroperasi," ujar Direktur Teknik dan Pengembangan (Dirtekbang) PT Petrokimia Gresik (PG), Arif Fauzan kepadaberitajatim.com, Senin (19/02/2018).

Lebih lanjut Arif Fauzan mengatakan, terkait dengan proyek pabrik Amurea II. Total kebutuhan gas yang dibutuhkan 80 mmscfd. Dari jumlah itu, sesuai dengan kontraknya PG mendapatkan pasokan gas 63 mmscfd. 

"Memang sesuai kontraknya kami mendapat pasokan 63 mmscfd. Tapi, mereka empat KKKS sanggup run up atau bisa dinaikkan lagi sampai berapa kebutuhannya. Harapannya, 7 Maret 2018 gas mulai mengalir," katanya. 

Ia menjelaskan, dari empat KKKS yang akan mensuplai kebutuhan gas di pabrik Amurea II. Yang paling besar nantinya disuplai dari Lapangan BD milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Sedangkan sisanya, tiga KKKS tidak sebesar dari Lapangan BD. 

Saat ditanya mundurnya proyek pabrik Amurea II dari semula ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2017 menjadi molor hingga ke triwulan pertama 2018. Dijelaskan Arif Fauzan, mundur disebabkan gas harus siap. Pasalnya, semula pabrik Amurea II disuplai dari Lapangan MDH milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) baru bisa dilakukan pada kuartal II 2019. Untuk mengganti pasokan gas tersebut ternyata tidak mudah. Sehingga, baru diperoleh penggantinya dari Lapangan BD yang juga dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) pada akhir Februari 2018. 

"Itu yang dari KKKS Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Sedangkan dari PHE WMO sudah siap mengalir sejak akhir tahun 2017. Dua KKKS lainnya yakni Kangean Energy (KEI) Ltd, dan Lapindo Brantas menunggu tanda tangan kontrak. Tapi, mereka sudah siap," ujarnya. 

Selain memaksimalkan pasokan gas, pabrik Amurea II juga siap disuplai air yang rencananya akan masuk pada Mei 2018 dengan memanfaatkan air yang sudah existing untuk kebutuhan awal 400 hingga 500 m3 per hari. 

"Untuk airnya kami memanfaatkan pasokan pipa air dari Babat, Lamongan. Tambahannya, dari air Gunungsari Surabaya yang ditingkatkan menjadi 2500 hingga 3000 m3 per hari," papar Arif Fauzan. 

Diakui Arif Fauzan, alasan dibangunnya pabrik Amurea II senilai Rp 5,5 triliun. Tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di Jatim yang mencapai 1 juta ton per tahunnya. Pasalnya, sampai saat ini perusahaan 'plat merah' di Gresik itu baru mampu memproduksi urea sebanyak 400 ribu ton. Dari kekurangannya itu, dipasok dari PT Pupuk Kaltim, dan PT Pusri. 

"Kedepan dengan selesai pabrik Amorea II kami bisa mengisi kebutuhan pupuk urea di Jatim," pungkasnya. [dny/ted]

Tag : gas

Komentar

?>