Senin, 16 Juli 2018

Menteri Jonan Pastikan Jargas Aman dan Hemat

Jum'at, 09 Februari 2018 16:45:37 WIB
Reporter : Misti P.
Menteri Jonan Pastikan Jargas Aman dan Hemat

Mojokerto (beritajatim.com) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan pembangunan jargas adalah program yang dilaksanakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk pemerataan dan memprioritaskan sumber daya yang ada untuk kemakmuran rakyat sesuai semangat ketahanan energi.

"Pemerintah itu berusaha supaya semua sumber daya alam yang dimiliki bangsa dan negara ini, bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Salah satu programnya adalah jargas di wilayah atau di pemukiman atau di daerah dimana sambungan gas atau sumber gasnya tersedia," ungkapnya, Jum'at (9/2/2018).

Johan menjelaskan, dengan jargas maka akan mengurangi ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebagian masih impor. Setahun, tegas Johan, kebutuhan sebedar 6,5 juta ton dan 4,5 juta diantaranya masih impor. Meski produksi gas bumi 1,2 juta setara barel oil per hari, jenis yang dihasilkan bukan C3 dan C4 yang bisa dibuat LPG.

"Masyarakat juga memperoleh keuntungan sisi finansial karena harga gas bumi lebih murah dari LPG. Setiap bulannya, penghematannya bisa mencapai sekitar Rp50 ribu per keluarga. Menggunakan tabung 3 kg dengan harga Rp19 ribu untuk 5 hari, tapi dengan Rp20 ribu token bisa untuk 7 hari, belum habis jadi lebih hemat. Di Mojokerto Rp4.250 meter kubik," katanya. 

Setiap bulannya, rata-rata tiap rumah tangga hanya perlu mengeluarkan Rp30 ribu sampai Rp40 ribu apabila menggunakan jargas. Sebaliknya jika menggunakan LPG 3 kg, tiap bulan harus mengeluarkan Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. Jargas dibangun oleh pemerintah di daerah yang memiliki sumber gas, infrastruktur pasok gas bumi, dan terdapat ketersediaan pengguna. 

"Jargas juga mampu menekan subsidi dan impor BBM. Secara nasional, dengan menggunakan gas bumi, pengurangan impor LPG mencapai 25.500 ton per tahun.  Penghematan subsidi Pemerintah Rp 178 miliar per tahun. Tekanannya sebesar 0,03 bar dan alat pengamanannya cukup banyak dibanding tabung gas elpiji," katanya.

Manfaat lainnya, gas bumi adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan tersedia setiap saat. Masyarakat tidak perlu keluar rumah mencari LPG atau minyak tanah dan kayu bakar, jika sewaktu-waktu kehabisan. Melalui pembangunan infrastruktur gas bumi pula diharapkan sumber energi semakin terdiversifikasi.

"Sehingga lebih aman dibanding tabung gas elpiji dan jargas berasal dari sumur gas dialirkan bukan seperti tabung gas elpiji yang terpatok stok. Pada akhirnya, masyarakat dan perekonomian tidak tergantung pada salah satu sumber energi saja, yakni BBM. Gas bumi sebagai salah satu sumber energi terbesar di dalam negeri akan terus didorong pemanfaatannya dan pemerintah konsen dan komitmen dalam hal ini," jelasnya. [tin/but]

Tag : migas

Komentar

?>