Rabu, 23 Mei 2018

Habis di Tahun 2019, Kontrak KUD Pengelola Sumur Tua Tidak Diperpanjang

Kamis, 08 Februari 2018 11:41:44 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Habis di Tahun 2019, Kontrak KUD Pengelola Sumur Tua Tidak Diperpanjang

Bojonegoro (beritajatim.com) - Operator minyak dan gas bumi (migas) Sumur Tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro Pertamina Asset 4 Field Cepu akan mengoptimalkan produksi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).

Asset Management Manager Strategic Planning & Risk Management, Manager Pertamina EP Pusat, Teguh Budi Santoso mengatakan, kerjasama produksi sumur tua yang dilakukan secara tradisional itu diketahui hanya dengan PT BBS.

"Kerjasama yang diketahui oleh operator hanya kepada PT BBS. Tidak terkait dengan pengelolaan migas yang lain," ujarnya usai rapat evaluasi pengelolaan sumur tua di Kantor Pemkab Bojonegoro, kemarin.

Sementara di lapangan, pengeboran minyak tradisional itu juga dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD). Kontrak produksi dengan KUD itu akan habis di tahun 2019. Pihak operator rencananya tidak memperpanjang kembali kontrak pengelolaan dengan KUD. Sesuai kontrak KUD mengelola lima sumur tua.

"Tahun 2019 kontrak pengelolaan sumur oleh KUD sebanyak lima sumur sudah habis, kita tidak ada kerjasama lagi. Tetapi lebih mengoptimalkan pengelolaan BUMD," terangnya.

Kontrak pegelolaan sumur tua itu berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Pada Sumur Tua. Kontrak kerja sama operator dengan PT BBS dilakukan pada 16 Agustus 2017 lalu. Diharapkan PT BBS bisa memproduksi minyak mentah sebesar 500 BOPD.

"Belum terpenuhinya target produksi 500 BOPD itu salah satunya karena adanya illegal trading, masih ada teman seiring yang masih mengelola sumur tua," ujar Direktur PT BBS, Tony Ade Irawan.

Dalam kontrak kerjasama, jumlah sumur yang dipegang oleh PT BBS sebanyak 505 sumur. Namun, perhari, kini hanya ada sekitar delapan hingga sembilan sumur yang secara continue setor ke PT BBS. Dari jumlah setoran itu, produksi minyak mentah dari PT BBS baru sekitar 100 BOPD.

Tony mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pengajuan servis sumur kepada operator untuk mencapai target produksi. Selain itu, pihaknya mengaku kini lebih fokus pada perbaikan administrasi pengeboran tradisional, mulai dari pengadaan jaminan tunjangan BPJS, APD bagi penambang dan kesejahteraan penambang. [lus/kun]

Komentar

?>