Jum'at, 23 Februari 2018

PT BBS harus Bisa Optimalkan Sumur Tua Wonocolo

Kamis, 08 Februari 2018 05:23:21 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
PT BBS harus Bisa Optimalkan Sumur Tua Wonocolo

Bojonegoro (beritajatim.com)--Kontrak perjanjian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dengan operator Sumur Tua Wonocolo, Pertamina Asset 4 Field Cepu, sejak 16 Agustus 2017 hingga Januari 2018 ini belum terpenuhi secara jumlah produksi.

Dalam perjanjian yang berlaku selama satu tahun itu, PT BBS ditarget mampu menyetorkan minyak mentah kepada Pertamina Asset 4 Field Cepu sebesar 500 barel oil per day (BOPD).

Namun hingga Januari 2018 ini hanya mampu menyetorkan sebesar kurang lebih 100 BOPD. Jumlah itu dari sembilan sumur tua yang berproduksi dan rutin menyetor ke PT BBS.

Sesuai dengan perjanjian tersebut, ada 505 sumur tua yang dikelola PT BBS. Namun, dari jumlah tersebut sebagian besar penambang sumur tua masih melakukan setoran kepada pihak lain. Secara keberlanjutan hanya ada delapan hingga sembilan sumur yang menyetor hasil produksinya kepada PT BBS.

"Dalam perjanjian itu memang tidak disebut harus segera terpenuhi sebesar 500 BOPD," ujar Diektur PT BBS, Tony Ade Irawan, Rabu (7/2/2018).

Menurut Tony, saat ini target PT BBS dalam pengelolaan sumur tua di Wonocolo lebih pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, menurut Tony, PT BBS konsen pada penataan sumber daya manusianya, agar sadar tentang hak pekerja, segi HSE, jaminan BPJS dan yang utama kesejahteraan penambang.

"Target yang terpenuhi sekarang belum pada mencari untung. Pertamina Asset 4 sudah memberi apresiasi positif karena ada perbaikan administrasi secara jangka panjang," jelasnya.

Sementara, Asset Management Manager Strategic Planning & Risk Management, Manager Pertamina EP, Teguh Budi Santoso mengatakan, progress produksi dari Sumur Tua Wonocolo setelah dipegang BUMD dari segi keselamatan kerja sudah mengalami kemajuan signifikan.

"Penanganan HSE sekarang bisa terarah dalam operasi migas di Wonocolo," ungkapnya.

Sebagai pendatang baru dalam pengelolaan minyak dan gas bumi (migas), PT BBS, menurut dia, harus melakukan banyak inovasi, karena yang dioperasikan adalah sumur tua yang kondisinya tidak seperti sumur baru. "PT BBS harus bisa mengoptimalkan sumur tua yang ada," jelasnya. [lus/air]

Komentar

?>