Jum'at, 15 Desember 2017

PC Ketapang II Target Tambah Produksi dari 2 Sumur Baru

Selasa, 28 Nopember 2017 19:16:31 WIB
Reporter : Renni Susilawati
PC Ketapang II Target Tambah Produksi dari 2 Sumur Baru

Surabaya (beritajatim.com) - Petronas Carigali (PC) Ketapang II Ltd berharap akan mampu menambah produksi minyak dan gas (Migas) melalui pengeboran 2 sumur baru pada Februari 2018 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Andiono Setiawan, Senior Manager PC Ketapang II Ltd dalam Silaturahmi SKK Migas Perwakilan Jabanusa dan PC Ketapang II Ltd dengan pemangku kepentingan Jawa Timur. 

Dimana tambahan 2 sumur  produksi di lapangan Bukit Tua, Blok Madura. "Saat ini rig sudah di lokasi dan akhir bulan nanti akan memulai pengeboran pertama sehingga diharapkan 2018 sudah bisa memproduksi minyak dan gas," jelas Andiono, Selasa (28/11/2017).

Saat ini PC Ketapang II Ltd, memproduksi minyak mentah 16 - 17 ribu barel per hari.  Dengan sumur baru diharapkan bisa menghasilkan 4 ribu barrel per hari.

Ali Masyar, Kepala SKK Migas Jabanusa, berharap 2 sumur baru yang akan dibor ini akan menemukan cadangan Migas yang ekonomis sehingga mampu menjaga stabilitas energi nasional.

Ir Bayu Wahyudiono MM Kepala Subdirektorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional pada Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yang hadir sebagai pembicara berharap semua pemangku kebijakan didaerah mendukung proses eksplorasi dan eksploitasi industri hulu migas.

"Proses pencarian migas harus terus digenjot karena sebuah negara tak akan bisa berkembang tanpa pasokan energi yang cukup," katanya.

Hal yang sama juga diamini oleh Dwi Eko Lokononto, owner Beritajatim.com yang juga menjadi pembicara dalam acara itu. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya karena dukungan energi yang dihasilkan KKKS yang beroperasi di Jatim.

"Sudah selayaknya, seluruh pemangku kepentingan di Jatim mendukung kegiatan operasi industri hulu migas. Jatim menjadi propinsi yang kompetitif, salah satunya karena ditopang oleh ketersediaan energi,"  jelas wartawan yang biasa panggilan Lucky Lokononto ini.

Masalahnya, lanjut Lucky, harga minyak dunia yang belum bergerak pada kisaran 50-60 US dollar per barel, membuat KKKS mengalkulasi ulang rencana investasi untuk menemukan cadangan baru ataupun menambah produksi.Padahal, tanpa penemuan cadangan baru dan penambahan produksi  Indonesia bisa terancam krisis energi.

Krisis energi ini sulit dielakkan karena saat ini Indonesia membutuhkan pasokan 1,6 juta barel minyak per hari, sementara produksi nasional hanya berkisar 820.000 barel per hari.

Dalam ancaman krisis energi, lanjut Lucky, peran pemerintah harus jelas dalam memperbaiki Iklim investasi. Salah satu yang mendesak, pemerintah harus segera  pemangkasan rantai perizinan.

"Tidak mungkin industri hulu migas berkembang jika terbelenggu ratusan jenis izin. Kita semua harus mendahulukan kepentingan nasional," pungkas alumni FISIP Universitas Airlangga ini.[rea/but]

Tag : petronas

Komentar

?>