Rabu, 28 Juni 2017

Bupati Sumenep Beberkan Bagi Hasil Sektor Migas

Sabtu, 17 Juni 2017 16:26:14 WIB
Reporter : Temmy P.
Bupati Sumenep Beberkan Bagi Hasil Sektor Migas

Sumenep (beritajatim.com) - Bupati Sumenep, A. Busyro Karim meminta masyarakat mengubah pola pikir agar tidak menggantungkan pada hasil minyak dan gas bumi (migas) untuk memajukan Madura.

"Kalau selalu berpikir bahwa Madura bisa dibangun dari migas, mari kita melihat undang-undang. Kewenangan kabupaten ini sudah 'dihabisi'. Untuk pengeboran 'off shore' atau lepas pantai, sebagian besar masuk ke wilayah provinsi dan pusat. Bukan lagi milik daerah, karena rata-rata pengeboran dilakukan di atas 4 mil," katanya saat membuka dialog publik dengan tema 'Peran dan Tantangan Perusahaan Migas untuk Mewujudkan Madura Berkemajuan, Sabtu (17/06/2017).

Dalam dialog yang digagas Front Pemuda Madura (FPM) tersebut menghadirkan Humas SKK Migas Jabanusa, Priandono Hernanto, Pemimpin Redaksi Radar Madura, Suhdi Suhud, dan Anggota DPRD Sumenep, Indra Wahyudi sebagai pembicara.

"Untuk Sumenep, meskipun cukup banyak perusahaan migas yang beroperasi disini, tetapi daerah penghasilnya bukan Sumenep. Sumenep hanya mendapat dari pengeboran di Pagerungan Besar milik Kangean Energi Indonesia," terang Bupati.

Ia memaparkan, besaran dana bagi hasil (DBH) migas untuk Sumenep hanya sekitar Rp 16 milyar. Sehingga tidak mungkin membangun Sumenep hanya dari DBH migas.

"Yang mendapat DBH ini bukan hanya Sumenep. Daerah-daerah lain juga mendapatkan, meskipun pengeborannya di Sumenep. Jadi migasnya di Sumenep, menetesnya ke Jakarta. Kecuali apabila undang-undang tentang migas ini dirubah supaya lebih berpihak pada daerah," paparnya.

Bupati meminta agar di tengah melimpahnya sumber daya alam (SDA) di Sumenep, diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).  Karena itu, Pemerintah Daerah juga memberikan beasiswa dan menyekolahkan putra-putri Sumenep ke Cepu, khusus untuk mendalami migas.

"Seharusnya bisa menjadi bahan renungan untuk memajukan Madura. Meski SDA melimpah, tetapi kalau SDM nya tidak berkualitas, maka tidak akan mampu mengelola SDA dengan baik. Kalau sudah pinter, cari uang itu gampang," ucapnya. [tem/but]

Tag : migas

Komentar

?>