Selasa, 26 September 2017

Blok Husky Madura Strait:

Perkuat Energi Nasional, HCML Start Up Lapangan BD

Senin, 08 Mei 2017 18:38:56 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Perkuat Energi Nasional, HCML Start Up Lapangan BD

Pasuruan (beritajatim.com) - Sejak Sabtu (06/5/2017) lalu. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mulai melakukan kegiatan start up lapangan BD.

Kegiatan commisioning atau start up ini diperkirakan akan memakan waktu 1 hingga 2 minggu ke depan.

Setelah melewati masa start up, produksi awal lapangan BD akan disalurkan ke PGN sebesar 20-30 MMSCFD dan direncanakan akan terus meningkat secara bertahap guna memperkuat ketersediaan energi nasional.

“Selain gas, lapangan BD juga memproduksi kondensat dan sulfur cair,” ujar Senior Manager Development HCML, Jonny Pasaribu kepada beritajatim.com, Senin (08/5/2017).

Dijelaskan, proses start up ini dijalankan untuk melihat kesiapan keseluruhan fasilitas yang sudah terpasang.

Sementara itu, di tempat terpisah, Senior Manager Legal, HR & Business Support HCML, Wahyudin Sunarya menambahkan, HCML merupakan KKKS di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, yang mengoperasikan wilayah kerja Madura Strait di wilayah Jawa Timur.

"Lapangan BD merupakan bagian dari Blok Husky Madura Strait, yang terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 16 kilometer sebelah selatan Pulau Madura," terangnya kepada beritajatim.com.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sumur-sumur gas Madura-BD sendiri berada di sekitar areal Kepulauan Mandangin, lepas pantai Selat Madura.

"Lapangan tersebut merupakan lapangan lama dan diharapkan akan menghasilkan 442 BCF (Billion Cubic Feet) gas bumi dan 18,7 MMBL kondesat selama 13 tahun," tandasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa alam pengembangan Lapangan BD, HCML menggunakan anjungan lepas pantai (offshore platform) produksi PT PAL yang berpusat di Surabaya. Anjungan lepas pantai itu telah terpasang di kedalaman laut 55 meter.

"Proyek pembangunan anjungan lepas pantai ini diperoleh PT PAL setelah mereka memenangkan tender khusus proyek lepas pantai "Engineering Procurement Construction and Installation/EPCI" Madura BD," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan anjungan lepas pantai produksi PT PAL merupakan wujud komitmen HCML, dalam mendukung usaha SKK Migas untuk terus meningkatkan persentase TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan mendukung perkuatan industri nasional dalam kegiatan operasinya.

"Hal ini seiring dengan semangat SKK Migas mendorong industri hulu migas, sebagai penggerak perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat," pungkasnya. (oci/ted)

Komentar

?>