Kamis, 23 Maret 2017

Minta Suntikan Dana, PT BBS Akan Kelola Sumur Tua

Selasa, 14 Maret 2017 17:38:45 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Minta Suntikan Dana, PT BBS Akan Kelola Sumur Tua

Bojonegoro (beritajatim.com) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akan mengelola sumur minyak tua yang ada di Kecamatan Kedewan.

Pengelolaan sumur tua itu sesuai dengan perintah Bupati Bojonegoro, Suyoto. Namun, untuk mengelola sumur tua tersebut, pihak PT BBS meminta Pemkab Bojonegoro memberi tambahan modal sebesar Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar.

Direktur PT BBS, Toni Ade Irawan mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario dalam pengelolaan sumur tua. Dari perhitungan yang dilakukan, untuk pengelolaan sumur tua tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar hingga Rp 8 miliar.

Jumlah tersebut, kata dia, menyesuaikan kondisi saat ini di lapangan minyak tradisional yang ada di wilayah barat Bojonegoro itu.

Jumlah modal yang dibutuhkan tersebut, lanjut dia, dengan asumsi untuk megelola sebanyak 60 sumur aktif dengan setoran minyak perhari 20 tangki.

"Selama ini tambahan modal yang diberikan Pemkab ke PT BBS sebesar Rp10 miliar dari tahun 2009 hingga 2017. Untuk menjadi catatan PT BBS sudah menyetor Rp14 miliar. Karena ada pengembangan bisnis baru sehingga butuh penambahan modal," ujarnya, Selasa (14/3/2017).

Salah satu skenario yang disiapkan PT BBS, diantaranya meminta kepada pihak operator Pertamina Asset 4 Field Cepu untuk menaikkan nilai ongkos angkut sebesar 70 persen dari harga ICP.
Nilai 70 persen itu setara dengan Rp 2.648. Sementara penambang menerima Rp2.200. "Harga itu sangat jauh dan tidak bersaing jika dibandingkan dengan harga yang diberikan oleh para penyuling ilegal sebesar Rp2.400," ungkapnya.

Sehingga jika nilai ongkos angkat agkut masih dibawah penyuling ilegal, maka lanjut dia, PT BBS dan Pertamina sebagai operator tidak bisa bersaing dengan penyulingan ilegal.

"Maka skenarionya nilai ongkos angkat angkut akan dinaikan sebesar 80 persen dari nilai ICP," jelasnya usai hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro.

"Skrenario lain yang disiapkan, peningkatan kesejahteraan dan keselamatan penambang serta tata kelola lingkungan yang baik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kusharianto mengatakan, diharapkan beberapa skenario yang disiapkan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. Sehingga kesejahteraan warga Bojonegoro bisa terangkat.

"Karena Direkturnya sendiri adalah orang lokal, semoga saja integritasnya untuk mengangkat kesejahteraan lokal juga tinggi," harapnya. [lus/ted]

Tag : sumur tua

Komentar

?>