Kamis, 23 Maret 2017

Kambing Bantuan JOB PPEJ Terus Beranak Pinak

Senin, 06 Maret 2017 14:31:29 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kambing Bantuan JOB PPEJ Terus Beranak Pinak

Bojonegoro (beritajatim.com) - Ada satu kandang yang digunakan sebagai pengembangan ternak kambing. Kandang tersebut berada di Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Kambing yang diternak terus beranak pinak. Dari sebelumnya hanya 10 ekor, sekarang menjadi 30 ekor. Penghasilan dari ternak kambing itupun terus mengalir. Kotoran kambing memiliki nilai jual sendiri menjadi pupuk organik.

Lokasinya berada di Ring 1 lapangan Blok Sukowati, milik Joint Operating Body Pertamina Petochina East Java (JOB PPEJ). Namun, warga yang memiliki kemandirian tidak bergantung dengan industri pengeboran minyak dan gas bumi (migas) tersebut membangun lapangan kerja sendiri. Salah satunya, Priyanto (48) Warga Rt 23 RW 2, Dusun Plosolanang, Desa Campurejo. Dia membudidayakan ternak kambing dan berharap punya pusat ternak di desanya.

Selama ini, kata dia, ternak kambing tersebut dikelola oleh kelompok ternak yang dibuat bersama sejumlah warga setempat. Dalam kelompok itu terdiri dari sepuluh orang. Awalnya, mereka mengajukan bantuan kepada JOB PPEJ yang beroperasi di wilayahnya untuk membantu pengadaan kambing. Ada 10 ekor kambing diberikan kepada mereka pada tahun 2014 lalu.

"Dari bantuan itu, semakin tahun semakin bertambah," ujarnya, Senin (6/3/2017).

Pada tahun 2015, jumlah kambing yang ada di kandangnya beranak pinak menjadi 22 ekor. Dan di tahun 2016 menjadi 30 ekor kambing. Selain mendapat keuntungan dari menjual ekor kanmbing, kelompok ternak itu juga mendapat keuntungan dari kotoran kambing. Kotoran itu dikelola menjadi pupuk organik. Setiap hari, ia bisa memproduksi kotoran kambing hingga 15 kilogram.

"Per lima kilogram itu kita jual dengan harga Rp3.000," jelasnya.

Kotoran kambing itu dijual kepada pengembang Taman Tawakal yang ada di Desa Campurejo. Taman tersebut akan dikembangkan menjadi taman edukasi. Mata rantai kehidupan di Desa Campurejo tidak putus. Hubungan antar operator Migas yang berdiri di wilayah setempat bisa berjalan, juga memberi manfaat bagi warga sekitar.

"Kalau ada kandang yang menjadi pusat peternakan kambing di sini mungkin bisa jadi wisata. Satu kesatuan dengan Taman Tawakal," katanya.

Ternak kambing itu akhirnya bisa menjaga nyala tungku dapur setiap anggota kelompok. Setiap tahun, kambing tersebut biasanya melahirkan sebanyak dua kali. Setiap hamil, biasanya melahirkan dua ekor kambing. Tahun 2016 lalu saja, kata Priyanto, saat momen Hari Raya Idul Adha, dia bisa menjual tujuh ekor kambing. Kambing-kambing itu ditaruh dalam kandang panggung yang berada di belakang rumahnya.

Priyanto mengaku tidak pernah menyoal tentang makanan. Lahan pertanian yang luas di Desa Campurejo sehingga banyak rumput yang tumbuh liar. Setiap hari dia bisa mengumpulkan rumput liar untuk pakan kambing. Selain rumput, kambing itu juga diberi makan dari kulit kacang hijau dan kedelai yang dihaluskan. "Soal pakan masih mudah untuk dicari," jelasnya.

Bantuan kambing dari operator migas JOB PPEJ untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat itu juga ada yang dikelola secara mandiri. Salah satunya, Ahmad Syahid (60). Sebelumnya dia mendapat bantuan kambing sebanyak empat ekor. Kini kambing yang dia kelola setahun terakhir itu sudah berkembang menjadi sembilan ekor. Kandang miliknya berada di lahan belakang rumah.
"Bisa menjadi penghasilan tambahan selain dari hasil pertanian," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengungkapkan, pihaknya kini sedang mengembangkan ekonomi kreatif bagi warganya. Salah satunya dengan membangun taman Tawakal. Taman tersebut diharapkan bisa menjadi lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Taman yang dibangun dari anggaran desa dan CSR JOB PPEJ itu diharapkan menjadi taman edukasi bagi masyarakat. [lus/but]

Tag : job ppej

Komentar

?>