Kamis, 20 Juli 2017

Warga Keracunan Gas Bocor EMCL

BLH: EMCL Masif Laporkan Aktifitas Produksinya

Senin, 19 Desember 2016 11:45:09 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
BLH: EMCL Masif Laporkan Aktifitas Produksinya

Bojonegoro (beritajatim.com) - Sejauh ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro menilai bahwa operator Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) masih masif dalam melakukan pelaporan aktifitas produksi yang dilakukan.

Kegiatan yang mengeluarkan dampak terhadap masyarakat, kata Kepala Bidang Laboratorium dan Pengkajian Lingkungan BLH Bojonegoro Heri Susanto, harus dilaporkan kepada BLH, agar aktifitas tersebut bisa disampaikan kepada masyarakat.

Dalam kasus kebocoran yang terjadi kemarin, lanjut dia, tahapannya juga sama, uji coba melakukan injeksi gas ke dalam tanah. "Kasus seperti ini (kebocoran gas) sudah kali kedua. Seharuanya EMCL belajar dari kejadian sebelumnya," ujar  Senin (19/12/2016).

Memang tegas dia, jika dengan adanya pemberitahuan sebelum melakukan aktifitas produksi yang sifatnya masih uji coba maka kemungkinan untuk melakukan antisipasi jika terjadi kebocoran gas bisa dilakukan.

"Jika ada konfirmasi sebelumnya kita bisa melakukan sosialisasi dari unsur pemerintahan kepada masyarakat. Padahal jika kebocoran gas tersebut dengan cara tiarap sudah aman," katanya.

Dengan adanya kebocoran ini pihaknya akan menagih kepada EMCL kesepakatan yang sudah disepakati bersama sebelumnya. Kesepakatan itu yakni, EMCL harus menyiapkan tenaga medis bagi warga yang terdampak kebocoran gas. "Sudah dibuktikan dengan melarikan korban ke PKU setempat," terangnya.

Pihaknya berharap kepada perusahaan asal Amerika Serikat itu agar segera memasang early warning system dan penunjuk arah mata angin. "Early warning system ini dipasang diluar, sehingga jika ada kebocoran masyarakat tahu dan ada tindakan (menyelamatkan diri)," pungkasnya.

Sebelumnya, diduga karena menghirup bau gas Hidrogen Sulfida (H2S), dari proyek migas Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, sebanyak tujuh orang mengalami mual dan pingsan. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menghirup bau gas H2S tersebut.

Menurut dr. Anggraini, petugas Puskesmas Kecamatan Kalitidu, ketujuh korban positip mengalami keracunan gas H2S. Para korban masih menjalani perawatan intensif. Sebeb, mereka mengalami mual dan pingsan.

"H2S adalah gas yang tidak berwarna. Mengandung racun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk," jelasnya, kemarin.

Ketujuh korban tersebut antara lain, Nyamikarin (29), Nurul Sofiana (23), Muflifatul Nikmah (20), Warsiti (45), Samini (42), Siti Sulaimah (40), Yatmi (40). Ketujuh korban merupakan warga ring 1, proyek migas yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Munculnya bau gas busuk itu sekitar pukul 13.30 WIB. Warga setempat langsung panik dan berhamburan keluar rumah serta pergi ketempat yang lebih jauh. Peristiwa seperti itu kerap terjadi di desa setempat. [lus/kun]

Tag : blok cepu

Komentar

?>