Minggu, 23 April 2017

Jatim Kontribusi Terbesar Kedua Lifting Minyak Nasional

Sabtu, 03 Desember 2016 17:57:22 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Jatim Kontribusi Terbesar Kedua Lifting Minyak Nasional

Surabaya (beritajatim.com) - Berdasarkan data dari SKK Migas, hingga kuartal III 2016, produksi minyak nasional mencapai 224,86 juta barrel. Angka ini tumbuh 8,66 persen dibandingkan tahun 2015, dengan produksi 206,94 juta barrel.

Tahun ini Provinsi Riau masih menjadi produsen utama, memompa 74,98 juta barrel atau berkontribusi 33,35 persen terhadap total produksi minyak nasional.

Namun, produksi Riau tahun ini menurun 9,31 persen dibandingkan tahun lalu. Produsen kedua terbesar adalah Jatim, yakni 51,05 juta barrel atau naik hingga 113,5 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lain.

Sedangkan Kepulauan Riau juga menjadi provinsi yang mengalami penurunan jumlah produksi hingga 13,98 persen. Penurunan tertinggi dicatatkan Sumatera Selatan yakni 23,45 persen.

"Jatim sebagai produsen minyak nasional terbesar kedua kini mulai menggeser posisi Sumatera Selatan. Omzet itu bisa naik dari dua faktor yakni volume dan harga. PT Petrogas Jatim Utama (PJU)-sebagai BUMD milik pemprov Jatim mendapat dampak yang positif dari kenaikan volume itu," kata Dirut PT PJU Jatim Leo Herlambang kepada wartawan.

Menurut dia, setelah ini banyak blok-blok minyak lain di Jatim yang bisa diusahakan, sehingga produksi minyak nasional naik seperti dulu. Jatim diharapkan bisa meningkat dari lapangan yang ada. "Semoga ada lapangan baru baik offshore maupun onshore di Jatim," jelasnya.

Dia menjelaskan produksi Blok Cepu dimana PJU Jatim memiliki saham 2,24 persen, produksinya kini dari 165 ribu barrel per hari menjadi 180 ribu barrel per hari. Ke depan, pihaknya berharap bisa 205 ribu barrel per hari. "Kalau bisa harganya di atas 50 dollar AS per barrelnya, sekarang harganya rata-rata 43 dollar AS," tuturnya.

Total pendapatan PJU Jatim pada tahun ini sekitar Rp 680 miliar. PJU memiliki aset sekitar Rp 1,4 triliun dan diharapkan pada akhir tahun bisa mencapai target Rp 1,8 triliun.

"Ketika awal tahun harga minyak masih 28 dollar per barrel sekarang menjadi 43 dollar per barel. Ini artinya harga minyak naik 50 persen. Untuk volume minyak di Blok Cepu naik 12 persen dari 165 barrel per hari menjadi 180 barrel per hari," pungkasnya. [tok/but]

Tag : migas

Komentar

?>