Senin, 11 Desember 2017

Lapindo Shut-In Sumur TGA 5, Pasokan Gas Tak Terganggu

Minggu, 23 Oktober 2016 23:24:05 WIB
Reporter : M. Ismail
Lapindo Shut-In Sumur TGA 5, Pasokan Gas Tak Terganggu

Sidoarjo (beritajatim.com) - Lapindo Brantas Inc melakukan shut-in (mematikan sumur secara manual) terhadap sumur Tanggulangin (TGA) 5. Tindakan ini menyusul kebocoran pada pipa penyalur distribusi menuju ke  gas plant yang ada TGA 3. Meski begitu, Lapindo Brantas menjamin pasokan untuk jargas bagi warga tidak terganggu karena langsung dialihkan ke sumur TGA 1 dan TGA 2.

“Meski ada sumur yang terpaksa shut-in, tetapi pasokan untuk program Jargas tidak terganggu. Kami pasok gas dari sumur lain. Kami saat ini sedang bersiap memperbaiki pipa yang bocor agar sumur TGA 5 segera berproduksi kembali,” kata Vice President  Operation PT Lapindo Brantas Inc Harsa Harjana, Minggu (23/10/2016).

Penjelasan itu disampaikan Lapindo Brantas karena adanya kekhawatiran warga bahwa pasokan gas untuk program Jargas bakal mengalami gangguan. Seperti diketahui, Pertagas sedang menuntaskan program jargas sekitar  3.850 sambungan rumah (SR) untuk warga Tanggulangin, Sidoarjo. Gas program Jargas itu diambilkan dari sumur Lapindo Brantas yang ada di Tanggulangin.

Harsa menjelaskan, pipa yang bocor ada di bawah aliran sungai yang mengalir di Desa Kalidawir. Dugaan sementara, pipa yang bocor  ada pada bagian ujung pipa di bawah air sungai, tepatnya pada kedalaman 2 meter dari dasar sungai.

“Diduga, kebocoran itu akibat ada timbunan air yang terbawa gas pada bagian pipa yang berbentuk ‘U’. Karena itu, kami tidak akan memperbaiki pipa lama yang ada di bawah sungai. Tetapi mengganti dengan pipa baru dan memindahkan posisinya menjadi di atas  sungai,” kata Harsa Harjana.

Kronologis Kebocoran pipa

Harsa menjelaskan, kebocoran pipa itu terjadi Jumat (15 /10/2016) lalu, tepatnya sekitar pukul 22.00. Saat itu Marsam, warga Kalidawir, melihat ada buble dan  air muncrat bersama endut dari sungai. "Karena pipa yang bocor ada di dasar sungai muncul buble dan muncratan air bersama endut dari dasar sungai yang terbawa gas yang mencari jalan keluar," kata Harsa Harjana.

Mendapat laporan itu, Chusnul Maab selaku Operator Produksi Lapindo Brantas langsung melakukan pengecekan tekanan sumur TGA 5. Dari data yang ada di Gas Flow Computer terlihat tekanan gas memang drop yang mengindikasikan terjadinya kebocoran  pipa gas. Karena itu, langsung dilakukan shut-in pada sumur TGA 5.

Tidak sampai 30 menit, aliran gas sudah bisa dihentikan untuk meminimalkan risiko. Sekitar pukul 23.00 buble dan air bercampur endut yang muncrat sudah berhenti total.

“Lapindo mengucapkan terima kasih pada Pak Marsam yang langsung tanggap melapor sehingga kebocoran pipa bisa segera tertangani. Ini menunjukkan komunikasi antara Lapindo dan warga telah terjalin baik,” katanya.

Dipaparkan, saat itu Lapindo Brantas memang sedang mengirimkan gas sebesar 10 MMcsf sesuai permintaan Pertagas Niaga. Harusnya saat itu tekanan 570 psig, tetapi di layar tekanan tinggal 278 psig.

“Jadi karena bocor alus, kebocoran tidak tidak langsung berpengaruh pada safety valve di sumur TGA 5 sehingga tidak terjadi shutdown otomatis,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Kalidawir M Anas meminta Lapindo segera melakukan perbaikan pipa yang bocor. Alasannya pipa itu sangat vital untuk mengalirkan gas. "Karena sudah terjadi kerusakan, harusnya diganti dengan pipa baru," katanya.

Anas menambahkan dirinya meminta pipa gas yang baru dipasang di atas permukaan sungai atau melintas di daratan dan tidak terendam air lagi.

Menurut Anas, kalau perbaikan tidak segera dilakukan, menambah keresahan warga. Selain sudah lama  menunggu gas in, kini jangan sampai harapan gas in terganggu  kebocoran pipa. "Kami minta segera diperbaiki, pipanya diganti yang baru, melintas di lokasi aman. Mudah-mudahan gas ini juga segera direalisasikan dan tidak tertunda lagi" harap Anas. [isa/but]

Tag : lapindo

Komentar

?>