Rabu, 23 Mei 2018

20 Hektare Eks Area GOSP Milik EMCL Direklamasi

Selasa, 18 Oktober 2016 19:10:16 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
20 Hektare Eks Area GOSP Milik EMCL Direklamasi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Seluas 20 hektare lahan bekas tempat fasilitas awal produksi/Gas Oil Separation Plan (GOSP) operator minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam mulai direklamasi. Saat ini lahan tersebut ditanami tanaman Koro Benguk.

Proses reklamasi dilakukan per 1 Juni 2016 hingga 30 September 2016. Lahan bekas fasilitas produksi awal ini dijadikan lahan pertanian lagi.

Lahan di empat desa di Kecamatan Gayam itu ditanami tanaman Koro Benguk. Empat desa itu yakni, Desa Gayam, Braboan, Ringintunggan, dan Begadon.

Menurut General Affair PT Petronesia Benimel, Hendri Safuar, proses reklamasi selama empat bulan tersebut untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Sedangkan, kata dia, sesuai dengan saran ahli pertanian tanaman yang cocok untuk mengembalikan tanah tersebut merupakan tanaman jenis Koro Benguk.

"Proses reklamasi ini mulai pengambilan zat kimia, penyuburan tanah dengan pupuk, dan penanaman tanaman oleh kelompok tani di empat desa," katanya, Selasa (18/10/2016).

Sementara tanaman Koro Benguk itu sendiri bukan merupakan tanaman buah. Tanaman tersebut sifatnya hanya mengembalikan unsur hara tanah yang berfungsi mengembalikan kesuburan tanah.

"Koro Benguk ini fungsinya meningkatkan unsur hara tanah, sebelumnya juga diberi pupuk kompos sebanyak 175 ton, bukan merupakan tanaman buah," ungkapnya.

Selama enam bulan nanti tanaman Koro Benguk selanjutnya akan mati dan mengering, kemudian menjadi penyubur tanah. Sebelumnya, lahan yang digunakan sebagai fasilitas produksi awal itu merupakan lahan pertanian. "Selanjutnya, tanah itu akan dikelola kelompok tani di desa setempat," pungkasnya.

Menurut Wakil Kepala Teknik Tambang, EMCL, Teguh Heru Susanto, proses reklamasi tersebut hanya dilakukan dibekas pembangunan fasilitas produksi awal, sedangkan lahan yang lain saat ini menjadi tempat produksi pusat.

"Sekarang, lahan yang dulu tempat pemrosesan minyak, telah menjadi lahan pertanian seperti semula," katanya.

Proses reklamasi tersebut, menurutnya mendapat dukungan penuh baik dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan setempat. Dalam proses reklamasi ini pihak operator Blok Cepu di Kecamatan Gayam itu juga memberikan alat pertanian kepada kelompok tani diempat desa.

"Kami mengapresiasi kontraktor kami yang telah melakukan upaya lebih untuk menjadikan lahan ini baik dan subur dengan melibatkan masyarakat sekitar. Dukungan alat pertanian ini diharapkan bisa membantu kelompok tani yang ada di desa sekitar lahan," pungkasnya. [uuk/ted]

Tag : emcl migas

Komentar

?>