Rabu, 29 Maret 2017

Ini Konsorsium Pemenang Tender Proyek Jambaran Tiung Biru

Selasa, 27 September 2016 13:13:11 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Ini Konsorsium Pemenang Tender Proyek Jambaran Tiung Biru

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator proyek pengembangan gas Lapangan Unitisasi Jambaran - Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) telah mengumumkan pemenang tender pengadaan rekayasa dan konstruksi (engineering, procurement, and construction) fasilitas pengolahan gas lapangan Jambaran Tiung Biru.

Menurut Public and Government Affairs (PGA) Spesialist Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEPC) Abdul Malik, dua konsorsium yakni PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Japan Gas Corporation (JGC) direkomendasikan oleh panitia lelang memenangi tender proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas JTB.

Pada nomor urut berikutnya adalah konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Chiyoda International Indonesia.

"Dari pengumunan yang disampaikan masih ada selang waktu 2 hari untuk melayangkan keberatan. Sehingga kemungkinan berubah masih ada," ujar Abdul Malik, Selasa (27/9/2016).

Mengenai proses lelang yang berjalan, dia menambahkan, pihaknya telah menjalankan sesuai aturan. Mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Selain itu proses lelang juga telah berjalan cukup panjang. Sedangkan kegiatan proyek harus tetap berjalan.

"Jika salah satu peserta lelang hendak melayangkan keberatan, ada jeda waktu dua hari usai pengumuman. Dan semua itu tetap harus mengacu aturan yang berlaku," ujar Abdul Malik.

Sesuai rencana, PEPC selaku operator proyek pengembangan lapangan gas bumi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, dan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, berencana akan mengebor enam sumur pada masa produksi awal. Gas yang akan dihasilkan nantinya diperkirakan sebesar 180 juta standar kaki kubik per hari.

Pengeboran sumur gas unitisasi atau dilakukan bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu.

Dengan rincian, empat sumur dikerjakan EMCL, dan dua lainnya dikerjakan PEPC. Produksi gas sebesar 80 juta standar kaki kubik per hari, akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pupuk PT Kujang dan tenaga listrik.

Proyek gas JTB ini berada di atas lahan sekitar 143 hektare. Perinciannya sekitar 100 hektare untuk jalur pipa dan tapak sumur. Sedangkan selebihnya dipakai untuk prasarana lain.

Lapangan JTB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020. Sedangkan, cadangan gas bumi lapangan JTB diperkirakan mencapai 12 juta kaki kubik. [uuk/ted]

Komentar

?>