Jum'at, 21 Juli 2017

Pembangunan Kilang Mini di Bojonegoro Akan Mengambil dari Mulut Sumur

Senin, 12 September 2016 14:40:24 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Pembangunan Kilang Mini di Bojonegoro Akan Mengambil dari Mulut Sumur

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana membangun kilang mini untuk pengelolaan minyak mentah.

Pembangunan kilang mini itu rencananya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangkit Sarana (BBS), Senin (12/9/2016).

Pembangunan kilang mini rencananya bekerja sama dengan PT Triwahana Universal, PT Humpuss, dan PT Tierra. Kilang mini nantinya akan mengambil minyak mentah dari mulut sumur pengeboran Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam. "Dasar pembangunan kilang mini nantinya adalah peraturan menteri (permen) sebagai tindaklanjut Peraturan Presiden," ujar Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

Sesuai data dari situs Pemkab Bojonegoro, Lasuri menjelaskan, pembelian minyak dari mulut sumur memberi banyak keuntungan bagi Bojonegoro sebagai daerah penghasil minyak. Selain menghemat biaya transportasi, lanjut dia, keberadaan kilang mini menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi di sekitar lokasi. "Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro," tandasnya.

Sementara, Ketua Komisi B, Sigit Kusharianto, menyatakan, rencana pembangunan kilang mini juga sudah mendapat dukungan dari Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ESDM menyetujui pemberian jatah minyak mentah sebesar 30.000 barel untuk kilang mini.

Jumlah tersebut akan dibagi rata, 10.000 barel untuk kilang mini milik PT Triwahana Universal, 10.000 barel untuk PT Humpuss, dan 10.000 barel untuk PT Tierra. Sekarang ini pihaknya fokus memberi dukungan kepada BUMD, PT BBS untuk mempersiapkan diri dalam pembangunan kilang mini ini.

Disinggung realisasi pembangunan kilang mini tersebut, masih menunggu Presiden RI, Joko Widodo, melakukan peletakan batu pertama di wilayah proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan tasyakuran puncak produksi di Blok Cepu. "Kita juga menunggu hasil dari SKK Migas yang memintakan jatah minyak kepada EMCL," ujar Sigit.

Pihaknya optimis, pembangunan kilang mini oleh PT BBS bersama mitra akan berjalan lancar. Oleh sebab itu, DPRD terus mendorong pemberian modal Rp100 miliar untuk persiapan kilang mini tersebut. "Bupati Suyoto sudah setuju pemberian modalnya, kita tinggal merubah perda PT BBS saja terkait penambahan modal," pungkasnya. [uuk/ted]

Komentar

?>