Minggu, 22 Oktober 2017

Lapindo Brantas Tes Kekuatan Casing Sumur Wunut 19

Selasa, 21 Juni 2016 23:16:56 WIB
Reporter : M. Ismail
Lapindo Brantas Tes Kekuatan Casing Sumur Wunut 19

Sidoarjo (beritajatim.com) – Lapindo Brantas Inc (LBI) menepis keraguan terhadap kekuatan casing sumur Wunut 19 kawasan Porong. Begitu pula dengan isu adanya penurunan tanah. Pembuktiannya melalui keberhasilan mengangkat packer 7 inci dalam proses workover. Packer 7 inci yang berhimpitan dengan casing ini bisa diangkat dalam posisi utuh.

"Jika benar ada penurunan tanah apalagi patahan, pastilah Packer ini tidak akan bisa diangkat dalam proses workover. Ternyata, Packer-nya bukan hanya bisa diangkat, tetapi kondisi benar-benar sangat bagus. Ini menjadi bukti tidak ada penuruna tanah atau patahan,” kata Vice President Corporate Communication Lapindo Brantas Inc Hesti Armiwulan kepada wartawan Selasa (21/6/2016).

Keberhasilan mengangkat Packer  yang berukuran 7 inci ini, lanjut Hesti,  memperkuat bukti-bukti yang pernah disampaikan Lapindo Brantas Inc. pada Dewan Riset Daerah (DRD) Jatim  tentang integritas atau keandalan casing pada sumur-sumur yang ada di Lapangan Wunut dan Tanggulangin.

Hal itu juga memperkuat  bukti-bukti sebelumnya bahwa kondisi di bawah permukaan Lapangan Wunut yang hanya berjarak 1,5 KM dari pusat semburan aman dari dampak semburan lumpur.

“Sumur Wunut 19 ini sudah pernah di-workover pada tahun 2013. Sekarang di tahun 2016 dilakukan workover lagi. Hasilnya,  Packer-nya bisa dicabut dengan aman, peralatan bisa menyentuh dasar sumur. Ini membuktikan kondisi casing di sumur-sumur itu tidak ada yang bengkok," beber Hesti Armiwulan.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Operations Lapindo Brantas Harsa Harjana mengemukakan, integritas casing itu membuktikan sumur-sumur gas Lapindo Brantas yang dibor pada kedalaman 3.000 kaki atau sekitar 1.000 meter tidak terimbas semburan lumpur panas.

"Total ada 21 sumur di Wunut dan 5 Sumur di Tanggulangin, termasuk 3 sumur yang ada di Desa Kedungbanteng. Semua sumur itu tidak ada yang terimbas semburan lumpur atau pun deformasi yang sering dibicarakan. Hasil workover di tahun 2016 ini memperkuat bukti itu," ungkapnya.

Dijelaskan Harsa, selama ini ada asumsi bahwa ada semburan lumpur telah mengakibatkan penurunan tanah. Alasan itulah yang dipakai untuk mengatakan bahwa  rencana pengeboran sumur pengembangan Tanggulangin 10 dan Tanggulangin 6 berbahaya.

"Namun faktanya kegiatan workover sejak tahun 2013 selalu berjalan aman. Kalau terimbas semburan lumpur panas, penurunan tanah apalagi patahan pasti casingnya akan bengkok dan kegiatan workover tidak bisa dilakukan. Namun, buktinya alat yang dimasukkan ke casing dengan ukuran 6 1/9 inci bisa masuk hingga ke dasar sumur," katanya.

Diakhir pertemuan, Hesti juga mengatakan, untuk kegiatan workover dalam Lebaran 2016 mendatang juga akan diliburkan, supaya dirasa tidak mengganggu masyarakat setempat yang berlebaran. "Workover akan dilanjutkan setelah lebaran pada hari aktif kerja," pungkas Hesti. [isa/but]


Tag : lapindo

Komentar

?>