Senin, 23 Januari 2017

Produksi Awal Jambaran-Tiung Biru, PEPC Akan Bor Enam Sumur

Selasa, 23 Februari 2016 15:12:19 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Produksi Awal Jambaran-Tiung Biru, PEPC Akan Bor Enam Sumur

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEP C) akan mengebor enam sumur gas pada produksi awal Operator proyek pengembangan lapangan gas bumi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo dan Purwosari Kabupaten Bojonegoro

Gas yang akan dihasilkan nantinya diperkirakan sebesar 180 juta standart kaki kubik per hari.

"Pengeborannya menunggu Head of Agreement terlebih dahulu dari Kementrian ESDM, kami belum tahu kapan," kata Abdul Malik Government Affair Manager PEPC , Selasa (22/02/2016).

Pengeboran sumur gas unitisasi atau dilakukan bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu.

Dengan rincian, empat sumur dikerjakan EMCL, dan dua lainnya dikerjakan PEPC.

"Untuk lapangan minyak Blok Cepu operatornya EMCL, sementara pengembangan gas lapangan J-TBR, untuk operatornya PEPC," imbuhnya.

Sesuai perhitungan, enam sumur gas lapangan Jambaran-TBR akan mampu memproduksi gas sebesar 180 juta standar kaki kubik per hari. Produksi gas  sebesar 80 juta standar kaki kubik per hari, akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pupuk PT Kujang.

"Sisanya mungkin bisa saja dijual kepada PLN," katanya.

Dalam kesempatannya, Kepala Satuan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Ali Mashar, saat di Bojonegoro menuturkan, proyek gas Jambaran-Tiung Biru itu dikerjakan secara bertahap.

Pada saat pengerjaan awal, kata Ali Mashar, membutuhkan tenaga kerja sekitar 300 orang.

Kemudian, pada saat pengerjaan konstruksi sipil seperti membangun jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya nanti juga akan membutuhkan tenaga kerja sesuai keperluan.

"Iya nanti akan ada banyak kegiatan. Tetapi tidak dilakukan secara sekaligus melainkan secara bertahap," ujarnya.

Sementara itu menurut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Purwosari, Budi Sukisna, proyek gas Jambaran Tiung Biru itu memakai lahan di lima desa di wilayah Kecamatan Purwosari, Ngasem, dan Tambakrejo.

"Proses pembebasan lahan sudah dilakukan. Terakhir pembebasan lahan dilakukan di Desa Kaliombo dan Pelem, Kecamatan Purwosari," terangnya.

Proyek gas JTB ini berada di atas lahan sekitar 143 hektare. Perinciannya sekitar 100 hektare untuk jalur pipa dan tapak sumur. Sedangkan selebihnya dipakai untuk prasarana lain.

Lapangan JTB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020.

Sedangkan, cadangan gas bumi lapangan JTB diperkirakan mencapai 12 juta kaki kubik. [uuk/ted]

Komentar

?>