Kamis, 15 Nopember 2018

Kalau Punya Masterplan TIK, Ganti Bupati pun Tak Perlu Mengarang Program

Jum'at, 09 Nopember 2018 16:40:23 WIB
Reporter : D. Istimora
Kalau Punya Masterplan TIK, Ganti Bupati pun Tak Perlu Mengarang Program
Konsultan Smartcity untuk Ponorogo, Profesor Endroyono

Ponorogo (beritajatim.com) – Penyusunan masterplan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh Pemkab Ponorogo akan menjadi panduan penting dalam melaksanakan pembangunannya. Sebuah panduan yang tetap akan dipakai meski akan berganti bupati hingga berkali-kali.

Hal ini dikatakan Kepala Komunikasi Laboratorium Multimedia ITS yang juga ketua tim konsultan smartcity untuk Ponorogo, Profesor Endroyono, Jumat (9/11/2018).
Menurutnya, masterplan TIK Ponorogo yang sedang dalam tahap penyusunan merupakan bagian penting dalam pembangunannya. Tahap demi tahap akan menghadirkan ketersediaan informasi dan kecepatan pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat.

“Ketika masterplan TIK sudah ada, maka semua hal diputuskan by data. Semua data yang diperlukan untuk mengambil keputusan sudah tersedia. Sehingga, pimpinan daerah, siapapun orangnya nanti tidak perlu mengarang-ngarang program,” ucapnya.

 Para pimpinan daerah, lanjutnya, tinggal membuat kebijakan-kebijakan yang ada serta prioritas penanganan terkait kondisi yang ditemui di masyarakat. KPU atau Bawaslu misalnya, tidak perlu lagi membicarakan soal DPT karena data sudah tersedia.

“Mereka tinggal membicarakan cara agar pemilunya berjalan kondusif,” contoh Endroyono.

Dikatakannya, masterplan TIK dan keberadaan smartcity tidak terhindarkan saat ini. Apalagi, dorongan KPK terkait pelaksanaan pemerintahan yang bersih melalui pemanfaatan TIK sudah diperkuat dengan Perpres 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasik Elektronik yang akan menjadi panduan rencana pembangunan hingga 20 tahun ke depan.

Dikatakannya, saat ini Ponorogo sudah siap untuk mengusun masterplan TIK-nya sendiri dan segera menuju smartcity. Ada dua tahap yang harus dilalui menuju smartcity ini. Tahap pertama adalah internet of data. Artinya segala sesuatu dalam pemerintahan dan masyarakat sudah terekam datanya di internet.

Tahap selanjutnya adalah memperbanyak layanan berbasis TIK. Mulai dari mengurus KTP, surat pindah atau berbagai hal lain terkait layanan yang didasarkan pada TIk dan data. Bahkan, tidak mustahil warga bisa mengurus KTP dari rumah. [dil/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>