Senin, 16 Juli 2018

Sanggar Gumilang SMPN 8 Kota Kediri Juara Lomba Parade Teater Seni Tradisi

Senin, 09 Juli 2018 20:59:46 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Sanggar Gumilang SMPN 8 Kota Kediri Juara Lomba Parade Teater Seni Tradisi

Kediri (beritajatim.com) --Satu lagi putra-putri kebanggaan Kota Kediri berjuang membawa nama Kota Kediri dan Provinsi Jawa Timur dalam kejuaraan tingkat Nasional.

Kali ini datang dari Juara 1 lomba parade teater seni tradisi tingkat provinsi pada tahun 2017, yaitu Sanggar Gumilang dari SMPN 8 Kota Kediri yang akan tampil dalam kejuaraan teater seni tradisi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 13 Juli 2018 dengan memainkan lakon Panji Asmorobangun dan Galuh Candra Kirana yang mengangkat judul

“Lika-liku nyinyir.com". Sebuah cerita yang akan mengajarkan penonton untuk bijak dalam menyikapi kabar hoax.

Dijumpai saat temu santai dengan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, wajah sumringah dan penuh semangat nampak di raut wajah 43 siswa-siswi anggota sanggar, Senin (9/7/2018) di Rumah Dinas Walikota Kediri.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu itupun juga turut bersemangat saat bertemu dengan orang-orang yang membawa nama baik Kota Kediri, karena baginya Kota Kediri ini namanya memang harus di angkat setinggi tingginya.

Dalam kesempatan itu Mas Abu menyampaikan banyak sekali kebudayaan di Indonesia pada tahun 2014 mulai dilupakan oleh generasi muda.

“Alhamdulillah karena Pemerintah Kota Kediri bersama seluruh pihak yang terus berusaha mengangkat kebudayaan, saat ini sudah banyak anak-anak yang mau untuk menguri-urikan kebudayaan, bahkan berprestasi di bidang budaya ini. Saya bersyukur dan berterimakasih untuk adik-adik yang sudah membawa budaya Panji kepada dunia,” ujar Mas Abu.

Satu cerita singkat, Yusuf Budi Santoso yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMPN 8 Kediri adalah sosok seorang guru yang membawa Mas Abu di kejuaraan puisi berbahasa Jawa tingkat provinsi saat masih menginjak bangku SLTP dahulu.

“Terimakasih saya sampaikan untuk pak Yusuf dan juga guru-guru lainnya. Semoga tidak berhenti sampai saat ini saja, saya harap terus ada regenerasi, karna akan selalu ada kompetisi seperti ini. Jika panjenengan sebagai guru mengetahui ada potensi dan bakat dari anak-anak ini agar bisa diarahkan sedikit-sedikit, bukan dipaksa tapi di diarahkan agar bisa berprestasi dan membawa nama baik Kota Kediri,” ujarnya.

Satu do’a disampaikan Mas Abu, “Mudah mudahan nanti di TMII pertunjukkannya jadi keren dan bisa menginspirasi orang-orang banyak,” harapnya.

 Selain memberikan semangat kepada para siswa, Mas Abu juga menyampaikan bahwa anak-anak ini akan menerima penghargaan tertinggi Pemerintah Kota Kediri bernama Cundamani.

“InsyaAllah tahun ini adik-adik akan saya undang dan menerima penghargaan Cundamani dari Pemerintah Kota Kediri,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala SMPN 8 Kota Kediri Yusuf Budi Santoso, Kepala pelatih Sanggar Gumilang SMPN 8 Kota Kediri Heri Setiawan beserta para pelatih sanggar.

Perlu diketahui, dari ke-43 siswa-siswi yang akan tampil di TMII tanggal 13 Juli 2018 mendatang ada beberapa nama menonjol, diantaranya adalah Haifa sebagai pemain teater seni terbaik se-Jawa Timur tahun 2017 dan Doni sebagai 10 besar dalang terbaik se-Jawa Timur tahun 2017.(adv/nng).

Tag : kediri

Komentar

?>