Kamis, 26 April 2018

Mas Abu: Remaja Putri Harus Lebih Siap Hadapi Tantangan di Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 19:30:27 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Mas Abu: Remaja Putri Harus Lebih Siap Hadapi Tantangan di Masa Depan

Kediri (beritajatim.com) -- Kegiatan Seminar Tentang Pembinaan Remaja Putri berlangsung di Ballroom Cendrawasih Insumo, Minggu (17/12/2017). 

Seminar ini dibuka secara langsung oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Seminar mengambil tema Remaja, Cita-Cita, dan Masa Depan. Ada dua narasumber yaitu Susilo Rahayu, Amd.Keb,S.Sos.M.Kes dan Bagus Romadon.

Mas Abu, panggilan akrab Walikota Kediri mengatakan bahwa di era saat ini yaitu emansipasi wanita, banyak seorang wanita yang menjadi seorang pemimpin di negeri ini. 

Dengan hal itulah, sebagai remaja generasi penerus bangsa khususnya remaja putri harus bisa memanfaatkannya dengan baik. 

Maksudnya agar para remaja bisa membuat suatu kegiatan positif yang dapat menghasilkan seperti membuka suatu bisnis. “Sekarang buka bisnis mudah, tidak perlu punya toko, hanya di depan komputer atau gadget yang dimiliki bisa buka bisnis online. Barang dagangannya dipasarkan lewat media sosial seperti instagram, facebook, dsb,” ujar Walikota Kediri.

Mas Abu memberikan pesan kepada remaja putri yang hadir dalam acara seminar ini, agar memanfaatkan peluang yang sudah terbuka lebar, manfaatkan teknologi dengan baik untuk hal-hal positif. 

Jauhi pergaulan bebas, minuman keras, narkoba yang dapat merugikan diri sendiri. Selain itu, menjadi seorang remaja khusunya yang putri harus selalu menjaga kehormatannya,  tidak boleh menjadi seseorang yang bodoh dan harus bermental baja. 

“Adik-adik tidak boleh bodoh, jadi remaja putri harus menjaga kehormatannya. Sekarang mau cantik fisik gampang tinggal beli cream di online bisa cantik, tapi seseorang yang memiliki inner beauty itu yang jarang. Maka dari itu harus dibangun inner beautynya dan harus menjaga sikap,” ujar Mas Abu. 

Di kesempatan yang sama, salah satu narasumber seminar Bagus Romadon yang menyampaikan mekanisme pengelolaan pusat informasi konseing remaja (PIK-R) ini menjelaskan beberapa karakteristik remaja saat ini yaitu mengenal cinta, memilki semangat yang tinggi, rasa ingin tahunya juga besar, emosi yang labil, senang berkumpul dengan teman-temannya dan ingin menang sendiri. 

Untuk merespon permasalahan yang terjadi maka diperlukan pendekatan dan pengembangan program GenRe (generasi berencana) yang tujuannya untuk mewujudkan remaja berperilaku sehat dan tanggung jawab.

Dalam seminar tersebut juga dijelaskan oleh Susilo Rahayu bahwa seorang remaja mulai usia 13 sampai dengan 21 tahun, suatu masa peralihan menuju dewasa dimana mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Untuk itu, remaja harus diberikan edukasi agar tidak melakukan perilaku seksual yang seharusnya dilakukan setelah menikah seperti berciuman, berpelukkan, mastrubasi/onani, dan hubungan seksual. 

Perilaku seksual tersebut timbul karena ada yang mempengaruhi seperti pergaulan bebas, perkembangan teknologi, rasa ingin tahu yang  besar untuk mencoba segala hal dan kurangnya pengetahuan tentang seksual yang benar.  

Seminar ini dihadiri oleh anggota LPMK, karang taruna, Ketua RT/RW, satgas perlindungan perempuan dan anak, tokoh masyarakat, dan 150 remaja putri Kelurahan Setonopande Kota Kediri. (adv/nng).

Komentar

?>