Selasa, 22 Agustus 2017

Begini Cara Penambang Pasir di Tuban Peringati Hari Kemerdekaan

Minggu, 13 Agustus 2017 18:28:29 WIB
Reporter : M Muthohar
Begini Cara Penambang Pasir di Tuban Peringati Hari Kemerdekaan

Tuban (beritajatim.com) - Puluhan perahu yang merupakan milik para penambang pasir tradisional di Sungai Bengawan Solo mengikuti perlombaan perahu hias yang digelar di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Minggu (13/8/2017).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh para penambang pasir dan juga tokoh pemuda desa setempat sebagai bentuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 tahun ini. Puluhan perahu yang biasanya digunakan untuk mencari pasir dihias sedemikian rupa untuk ikut perlombaan itu.

"Ini pesertanya ada 20 perahu yang semua merupakan penambang pasir dari desa sini. Tujuannya adalah untuk mempererat persatuan dan kesatuan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI," terang Gatot Srikunto (38), yang merupakan panitia lomba perahu hias penambang pasir itu.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, sebanyak 20 perahu penambang pasir sudah berada di tepi bengawan Solo dengan berbagai hiasan. Seperti halnya ada yang dihias dengan gambar hewan, dilengkapi dengan bendera dan ada juga dijadikan sebuah kapal perang, mengingat sebagai momen kemerdekaan.

Setelah berbaris di Bengawan Solo, perahu kemudian diberangkatkan secara konvoi untuk berjalan sekitar 1 kilometer dan kemudian kembali ke garis start. Hal itu menjadi daya tarik sendiri bagi warga masyarakat dan warga sangat antusias untuk melihat pawai perahu hias tersebut di sepanjang bantaran Bengawan Solo desa tersebut.

"Ini baru yang pertama kali, mudah-mudahan untuk tahun depan lebih semarak lagi. Karena yang sekarang peserta khusus dari daerah sini saja," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diwarnai dengan aksi teatrikal di atas perahu di Bengawan Solo itu yang menggambarkan perjuangan para pahlawan saat perang melawan Belanda. Dalam teatrikal itu para pahlawan kemerdekaan merobek bendera Belanda dan akhirnya menjadi merah putih saja.

"Karena momennya kemerdekaan jadi kita temannya sesuai dengan perjuangan. Kita gambarkan proses perjuangan para pahlawan saat melawan penjajah," ujar Mujahidin (45), salah satu peserta lomba perahu hias di Bengawan Solo itu.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pengamanan sejumlah petugas Polsek Rengel, Polres Tuban diterjunkan di sekitar area perlombaan dan menghimbau warga untuk hati-hati khususnya para anak-anak supaya tidak terlalu ke bibir bengawan solo.

Selain itu, sebagai antisipasi dan mencegah adanya korban yang tenggelam atau perahu yang rusak, pihak Polsek Rengel juga melibatkan tim Sar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban untuk melakukan pengamanan di area perlombaan dengan menggunakan perahu karet. [mut/but]

Tag :

Komentar

?>