Berita Redaksi

Wakil Wali Kota Surabaya Kunjungi Redaksi beritajatim.com

Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana diterima jajaran redaksi beritajatim.com, Selasa (8/10/2019).

Surabaya (beritajatim.com) -Redaksi beritajatim.com diĀ  Jalan Ciliwung 65 Surabaya kedatangan tamu istimewa.

Sosok itu adalah Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Kedatangan pria yang akrab disapa WS itu merupakan bagian dari kegiatan roadshow media visit yang Ia lakukan.

Dalam kesempatan itu, Whisnu Sakti memaparkan keistimewaan masyarakat Surabaya.

Dibandingkan wilayah-wilayah lain di Indonesia, Kota Pahlawan jauh lebih kondusif.

“Masyarakat Surabaya ini cenderung damai. Tidak mudah tersulut. Tidak mudah diprovokasi serta dipecahbelah. Kita berbeda dengan wilayah-wilayah lain yang sering pecah konflik horizontal,” ujar Whisnu Sakti, Selasa (8/10/2019).

Pendapat ini pun turut diamini Direktur Utama beritajatim.com, Ainur Rohim. Dipandang pria yang akrab disapa Air itu, kondisi di Surabaya dapat dipastikan akan terus kondusif hingga Pilwali Surabaya 2020.

“Adem Surabaya ini. Masyarakatnya damai. Terlihat dalam beberapa isu nasional, di wilayah lain pecah konflik sedangkan di Surabaya damai dan aman,” ujar pria yang juga Ketua PWI Jatim itu.

Di sisi lain, kedatangan Whisnu Sakti diapresiasi oleh Pemimpin Redaksi beritajatim.com Dwi Eko Lokononto. Menurut pria yang akrab disapa Luki ini, pertemuan tatap mata langsung dengan Whisnu Sakti menimbulkan kesan mendalam.

“Kalau sepintas dilihat, Pak Whisnu ini kayak orangnya kaku. Tapi, setelah ketemu, ternyata Beliau enak juga. Memang irit bicara, tapi yang diomongkan selalu berisi, aktual dan tepat sasaran,” kata pria yang juga tokoh pusat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Dalam kesempatan tersebut WS yang juga disebut bapak-nya Bonek ini datang sekira pukul 19.30 WIB ini terlihat gayeng berdiskusi dengan jajaran redaksi.

Tidak terasa hampir 2 jam diskusi masalah sosial, ekonomi, politik dan olahraga dilontarkan oleh orang nomor dua di Kota Surabaya ini.

Whisnu mengakui pengalaman di partai politik terutama menjadi kader PDIP, menempa dirinya bisa duduk di pemerintahan.

“Pernah memimpin organisasi seperti PDIP, 50 persen sudah bisa mengelola pemerintahan, “pungkasnya.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar