Berita Redaksi

Ketua PWI Jatim: Hoaks Tak Hanya Jebak Jurnalis tapi Juga Keluarga Pejabat

Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rohim saat memberi pemaparan pada 50 jurnalis Jatim di Hotel Purnama, Batu, Malang, Minggu (12/10/2019). (foto: manik priyo prabowo)

Malang (beritajatim.com) – Seiring perkembangan teknologi banyak media yang terkadang termakan isu hoax di media sosial. Guna menghindari hal tersebut, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, menggelar media getering guna mendidik jurnalis lebih matang mengenyam isue hoaks di media sosial. Menggundang sekitar 50 jurnalis dari Jawa Timur, dan Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim, media memperoleh pendidikan singkat tentang isu hoaks tersebut.

“Tak hanya bisa menjebak para jurnalis. Keluarga pejabat juga apabila tak pandai menghadapi hoaks, maka akan terjebak dan menjadi pelaku penyebaran hoaks,” jelas Ainur kepada awak media, Sabtu (12/10/2019).

Ainur mencontohkan, seperti isu terakhir yakni Menkopolhukam, Wiranto, yang ditusuk dua orang tak dikenal. Berkembang isu bahwa penusukan purnawirawan TNI ini rekayasa. Beredar screenshoot akan adanya perencanaan penusukan yang dikemas khusus oleh konspirasi pemerintah dan kepolisian.

Bahkan isu ini juga sudah “memakan” seorang istri dari dari Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya yang telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara. FD mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (facebook).
Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi. Bahkan sang suami diberi sanksi dengan diberhentikan dari keanggotaan TNI. Serti berita yang diungga di web TNI Angkatan Udara.

“Jangan sampai jurnalis juga menjadi korban hoaks,” tandas Ainur Rohim.

Sementara Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan melalui siaran persnya menyebutkan sinegeritas kepolisian dan jurnalis amatlah penting. Sebab, kepolisian juga tak bisa memberikan benteng total terhadap penyebaran hoax di sosial media.

Oleh sebab itu, sinegeritas aparat penegak hukum dan jurnalis menjadi kunci pokok untuk memberitakan sebuah isu sehat, isue benar dan isu yang terklarifikasi secara menyeluruh.

“Setiap isu wajib diklarifikasi. Serta jurnalis juga wajib menjadi titik penengah untuk menjadi media informatif yang berimbang,” tandas Kapolda. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar