Berita Migas

Tiga Kecamatan dan 17 Desa Dapat Sosialisasi Keselamatan Pipa Minyak Banyu Urip

Bojonegoro (beritajatim.com) – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP) kembali menggelar kampanye dan sosialisasi keselamatan-keamanan jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip kepada stakholder.

Kali ini giliran tingkat kecamatan dan desa. Ada sekitar 70 peserta yang hadir, yakni mulai Camat, Danramil, Kapolsek yang ada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Kapas dan Dander.

Selain itu tampak pula kades, tokoh masyarakat dan pemuda dari 17 desa di tiga kecamatan yang dilalui jalur pipa minyak Blok Cepu.

Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan Humas SKK Migas Jabanusa, Arif Abadil selaku pengawas KKKS EMCL dan bertempat di Singapore Restaurant & Coffee Shop Jl. Gajah Mada No.8, Sukorejo Lor, Sukorejo, Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Arif Abadil mengucapkan terimakasih kepada undangan tingkat kecamatan dan desa atas kehadirannya.

Perlu diketahui jika kegiatan hulu Migas merupakan penting, dan fasilitasnya masuk objek vital nasional.

Tak salah jika aset Negara ini harus dijaga bersama yang saat ini Lapangan Banyu Urip dioperatori EMCL. Posisi EMCL merupakan partner dari SKK Migas yang membawa kepentingan Negara untuk menghasilkan minyak.

Disini dukungan para stakeholder sangat penting, untuk mempertahankan produksi Migas.

Diharapkan para peserta mendapat wawasan terkait keamanan dan keselamatan jalur pipa minyak Banyu Urip.

“Ini merupakan upaya preventif kami untuk mengedukasi stakeholder di tingkat kecamatan dan desa. Semoga informasi hari ini bermanfaat,” tambah Arif.

Sementara Camat Kapas, Agus Susetyo Hardiyanto menambahkan, jika ke semua pihak lebih banyak berkoordinasi. Karena kurangnya koordinasi dapat menyebabkan miskomunikasi, dan efeknya tentu negatif.

“Acara hari ini kami sambut baik. Semoga nanti banyak masukan dari peserta, perihal keamanan dan keselamatan jalur pipa,” terangnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan objek vital Lapangan Banyu Urip harus dilindungi, dan bantu demi kelancaran bersama. Ke depan harus bisa bekerjasama dan memininalisir hal yang tidak diinginkan.

“Jika ada yang belum tahu letak jalur pipa, silahkan tanyakan. Supaya tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya tidak mendirikan bangunan di atas jalur pipa minyak,” imbuhnya.

Diskusi dalam sosialisasi kali ini langsung dipimpin Manager Program dari Yayasan Sedulur Pena (YSP), Muslimin.

Dalam program ROW (Right Of Way) atau hak dari jalur pipa, EMCL bersama YSP tak lelah melaksanakan kampanye dan sosialisasi mulai dari tingkat kabupaten, dan saat ini stakeholder di kecamatan dan desa.

Harapannya para peserta bisa membantu menyosialisasikan keamanan keselamatan jalur pipa. Selain sosialisasi tingkat kecamatan, akan dilanjutkan ke tingkat desa.

“Hari ini kami meminta izin untuk kesekian kalinya ke kecamatan dan desa untuk terus sosialisasi ke tingkatan desa,” pungkasnya.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar