Berita Migas

Sampah Terkelola Setiap Hari Jadi Energi Baru

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dari sekitar 2.000 jiwa yang ada di Pondok Pesantren Al Rasyid, Desa Kendal, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, bisa memproduksi sampah kurang lebih dengan volume 3 meter kubik perhari. Baik itu sampah plastik maupun organik.

Produksi sampah tersebut, sesuai dengan data di Dinas Lingkungan Hidup 2017, lebih besar jika dibanding dengan timbunan sampah di TPS Kecamatan Dander yang hanya mencapai 1 meter kubik perhari. Sehingga, diindikasi ada beberapa cara masyarakat mengelola sampah.

Direktur Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia, Joko Hadi Purnomo mengatakan, minimnya penimbunan sampah di TPA Kecamatan Dander ini ada bebera indikasi. Diantaranya, sebagian besar masyarakat menimbun sampah mereka di belakang rumah masing-masing, membuang atau membakar sampah sembarangan.

“Bahaya mengelola sampah secara tidak tepat dapat menjadi ancaman, maka dari itu dalam program pengelolaan sampah yang lebih bermanfaat,” ujarnya, Selasa (26/2/2019).

Bersama dengan IDFoS, operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan bantuan CSR untuk pengembangan pengelolaan sampah tersebut. Hal itu juga tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah yang merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia.

Vice President ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto dalam kegiatan fasilitas rekayasa sampah pastik (Resik) di Pondok Pesantren Al Rasyid mengatakan, dana CSR yang digelontorkan untuk fasilitas pengelolaan sampah ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sehingga dari sampah tersebut bisa menjadi energi baru.

“Adanya industri migas bisa mendapat anugerah, tidak menjadi kutukan. Kita sebagai operator bisa menjadi tetangga yang baik dan dengan dukungan masyarakat serta kiai bisa terwujud harapan baik bersama,” ujarnya.

Kepala Humas SKK Migas Jabanusa, Doni Ariyanto yang hadir dalam penyerahan fasilitas rekayasa sampah plastik mengatakan, program CSR dari industri hulu migas ini diharapkan bisa memberi manfaat kepada masyarakat sekitar dan selaras dengan program pemerintah daerah.

“Diharapkan ini menjadi terobosan bagi KKKS yang lain agar bisa memberi manfaat luas, seta mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan pendidikan,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dalam serah terima fasilitas rekayasa sampah plastik itu dihadiri oleh ratusan santri dan pelajar yang ada di Pondok Pesantren Al Rosyid. Selain itu, hadir juga sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar