Berita Migas

Proyek JTB Serap 1.200 Orang Tenaga Kerja

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) Gas Processing Facilities (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind), menyampaikan, pihaknya sudah menyerap 1.200 orang pekerja dalam mengerjakan proyek tersebut.

“Jumlah itu ada skill dan unskill tapi sebagian masih didominasi operator,” kata Site Manager PT Rekind, Zaenal Arifin, Jumat (3/5/209).

Jumlah tersebut akan bertambah pada saat pengerjaan puncak. Setelah bulan Juli – Agustus pekerja bisa bertambah, sedangkan masa peak estimasi akan dilakukan pada bulan Maret 2020 hingga diperkirakan berjalan satu tahun. Pada saat peak, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 6.000 orang. “Tapi pada 2021 setelah masa peak jumlah tenaga kerja akan turun kembali,” ungkapnya.

Sedangkan, kata Zaenal, tenaga kerja yang sekarang ini masih didominasi berupa pekerjaan sipil. Dari jenis pekerjaan skill ada tiga tenaga ahli bersertifikasi sementara untuk unskill berupa tenaga lepas seperti helper dan lain-lain.

Menanggapi hal itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, mengungkapkan, dengan meningkatnya aktivitas proyek di JTB, diharapkan masyarakat tidak melakukan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya tapi dengan mengedepankan musyawarah atau melakukan pertemuan. “Kami berharap, perusahaan migas bisa berkomunikasi dengan warga setempat seiring meningkatnya aktivitas proyek,” terangnya.

Kapolres juga berpesan, meski mengutamakan tenaga kerja lokal namun harus menyesuaikan kapasitas berupa skill dalam melaksanakan pembangunan di proyek nasional ini supaya tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar