Berita Migas

Pilkades, Polres Bojonegoro Perketat Kawasan Industri Migas

Foto: Ilustrasi Explorasi Migas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada Februari 2020 mendatang akan menggelar pesta demokrasi di tingkat pemerintahan desa. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak itu akan diikuti sebanyak 233 desa yang tersebar di 28 kecamatan.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, saat pelaksanaan Pilkades serentak itu pihaknya akan meningkatkan pengamanan. Sehingga Pilkades serentak gelombang ketiga itu bisa berjalan kondusif.

Termasuk pengamanan di wilayah sekitar industri minyak dan gas bumi (migas). “Untuk pengamanan ada tambahan personil di sekitar kawasan sana (industri migas),” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Budi Hendrawan, Sabtu (11/1/2020).

AKBP M Budi Hendrawan

Menurutnya, akses untuk memasuki kawasan industri migas baik itu Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Lapangan Sukowati, dan Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) jangan sampai mengganggu aktivitas Pilkades. “Ya kalau bisa, aksesnya jangan sampai mengganggu pelaksanaan Pilkades saja,” tandasnya.

AKBP Budi menegaskan, akan ada tambahan personil di titik-titik tertentu. Dari total personil yang disiagakan sebanyak 1.890 anggota, di titik-titik rawan bencana akan ditambah 1 pleton atau 30 anggota. “Sementara di kawasan Objek Vital Nasional atau industri migas akan ditambah masing-masing 10 anggota,” lanjutnya.

Pihaknya menyatakan, telah memetakan kerawanan desa yang tersebar di 233 di 28 kecamatan yang menggelar Pilkades. Dalam pemetaan tersebut, ada lima kategori diantaranya kurang rawan, rawan ringan, rawan sedang, rawan berat, dan sangat rawan.

“Termasuk rawan bencana alam seperti banjir, itu yang harus kita antisipasi,” pungkasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar